ATAMBUA, The East Indonesia – Lembaga Pemasyaraktan (Lapas) Kelas IIB Atambua terus berupaya meningkatkan kecakapan berwirausaha tidak hanya bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) laki-laki tetapi juga bagi WBP Perempuan.
Salah satu wujudnya dengan memberikan keterampilan kerja menyulam benang yang dikerjakan di ruang kerja blom perempuan, Kamis 15 Mei 2025.
Kegiatan pelatihan ini menghadirkan tutor berkompeten yakni Ibu Maria Hoar yang sudah terbiasa bergelut dalam kerajinan tangan tersebut.
Kepala Lapas, Bambang Hendra Setyawan memfasilitasi langsung kegiatan tersebut yang diawali dengan pembuatan taplak meja bernuansa unik.
“Pelatihan ketrampilan menyulam ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diberikan dengan tujuan mampu memberikan keterampilan kerja bagi WBP Perempuan,” jelasnya.
Kalapas Atambua pun mengungkapkan rasa kagumnya karena dengan pelatihan tersebut ternyata WBP Perempuan mampu menyulam benang dengan hasil taplak meja yang unik dan bernilai ekonomis.
“Sungguh luar biasa mereka cepat memahami materi dan teknik yang diajarkan,” pinta Hendra.
Lebuh lanjut, dengan pelatihan kegiatan kerja ini, Kalapas Atambua mengharapkan agar dapat mewujudkan Astacita presiden yang diimplementasikan melalui 13 Program Akselerasi Menimipas poin 3, yakni pemberdayaan WBP menghasilkan produk-produk UMKM.
Salah seorang WBP, NS mengakui sama sekali tidak bisa menyulam sehingga dirinya bersyukur dengan adanya pelatihan yang diadakan oleh pihak Lapas Atambua ini.
“Saya berterimakasih karena telah dibimbing dengan baik dengan berbagain baik kepribadian maupun kemandirian. Kini saya merasa lebih produktif mampu membuat taplak meja dengan teknik menyulam. Saya berharap mampu mengembangkan keterampilan menyulam dengan menghasilkan produk lain yang indah dan bernilai ekonomis juga,” imbuhnya.
Untuk diketahui hasil kerajinan tangan pembuatan taplak meja kemudian akan dikemas dan dijual kepada masyarakat yang berkunjung ataupun yang akan didagangkan melalui UMKM La’bua.
Hasil pemasaran kerajinan tangan WBP ini akan dimanfaatkan secara baik guna menambah Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta pemberian premi bagi WBP dalam bentuk tabunbab sebagai apresiasi atas keuletan kerja yang dapat dibawa pulang ketika bebas. (Ronny)


