ATAMBUA, The East Indonesia – Beberapa hari ini beredar informasi hoax di media sosial terkait polemik yang ada di SMPK Don Bosco Atambua, Kabupaten Belu.
Dalam beberapa postingan di media sosial (Facebook) meminta agar Kepala Sekolah dan Bendaharanya segera membayar gaji guru, Satpam dan lain-lain.
Postingan tersebut diduga sangat sentimen terhadap kepemimpinan Kepala Sekolah yang baru dan pengurus Sekolah SMPK Donbosco Atambua saat ini dengan mengatakan bahwa pengelolaan uang sangat amburadul.
Diketahui, dalam postingan di grup Facebook Kotak-ketik sebagai “peserta anonim”, :
“KITA BERHARAP BENDAHARA SEKOLAH DAN KEPALA SEKOLAH UTK SEGERA MEMBAYAR GAJI GAJI, SATPAM, DLL DI SMPK DONBOSCO, DAN KITA BERHARAP SEGERA NORMAL KEMBALI PEMBAYARAN GAJI GURU-GURU, KRN ORG TUA MURID SDH MELUNASI SEMUA TUNGGAKAN, SETELAH PERGANTIAN KEPALA SEKOLAH KEUANGN SMPK DONBOSCO HANCUR TOTAL, DALAM 1 ATAU 2 HARI BLM MEMBAYAR GAJI GURU, MAKA SAYA AKAN MEMBONGKAR SAMPAI KE AKAR-AKAR. TERIMAKASIH”.
Menanggapi serius terhadap postingan hoax tersebut, Dewan pengurus SMPK Donbosco Atambua yang terdiri dari Ketua Yayasan, Ketua Komite, Kepala Sekolah dan Wakil Kepala melakukan rapat bersama guru-guru dan staf SMPK Don Bosco bosco Atambua, pada Sabtu, 24 Mei 2025.
Tak hanya itu, ternyata postingan tersebut mendapatkan ketidakpuasan dari para orang tua murid dan bendahara bersangkutan sehingga postingan itu telah dilaporkan kepada pihak Kepolisian Resort Belu sehingga diusut tuntas.
Postingan tersebut dilaporkan karena diduga akun Facebook yang memuat postingan tersebut berasal dari guru/staf di SMPK Don Bosco Atambua.
“Soal tidak membayar gaji guru dan soal siswa sudah membayar sudah iuran tetapi kita pihak sekolah yang belum mau membayar gaji. Yang ini sesungguhnya tidak benar karena bukan kita tidak mau membayar tetapi di Bulan Mei ini belum semua anak murid melunasi kewajiban membayar uang sekolah. Masih ada tunggakan. Itulah mengapa sampai ada keterlambatan membayar gaji bulan ini,” tutur Kepala Sekolah SMPK Don Bosco Atambua, RD. Kristianus Fallo, Pr saat diwawancarai awak media ini, Kamis (24 Mei 2025) di SMPK Don Bosco Atambua, Jl. St. Yohanes Bosco Halifehan, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Provinsi NTT wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.
Mirisnya keterlambatan pembayaran gaji ini baru di bulan Mei 2025, sementara bulan Januari sampai April 2025 pihak SMPK Don Bosco Atambua sudah membayar kewajibannya terhadap guru dan stafnya.
Dan hebatnya, sistem administrasi penggajian yang diterapkan oleh SMPK Don Bosco Atambua sudah secara Sistem payroll yang mana langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru dan staf.
“Untuk gaji bulan Mei 2025 ini akan diupayakan kita handle segera saat ujian Kenaikan Kelas nanti,” urai Kepsek SMPK Donbosco Atambua, Romo, Kris Fallo.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan As Tanara, Vinsensius Loe mengatakan bahwa pihaknya meyakini bahwa bukan disebarkan para guru di SMPK Don Bosco, akan tetapi pihaknya akan bertindak tegas kepada guru atau staf apabila terlibat dalam postingan yang beredar di media sosial tersebut.
“Kalau memang kedepan ada guru-guru kami yang kami dapati terkait ini, maka kami akan melakukan tindakan tegas bahkan memecat oknum itu,” pungkasnya.
Vinsensius Loe juga menghimbau agar semua pihak di SMPK Don Bosco agar menertibkan diri dan menghindari perbuatan yang membuat gaduh.
“Saya hampir 15 tahun di Yayasan saya melihat dan merasakan bahwa SMP Katolik terbaik adalah SMPK Don Bosco bahkan diluar Belu karena itu saya menghimbau kepada kita semua, Kepala Sekolah, guru dan para pegawai, pertama, untuk menertibkan diri sendiri agar tidak terlibat dalam hal hal yang membuat gaduh,” imbuh Vinsen Loe.
Ditambahkan, “Yang kedua kepada kita sekalian menyadari bahwa ini Sekolah Katolik sehingga tidak memperburuk citra Katolik di mata masyarakat Belu, umat Katolik Belu dan umat Katolik diluar Belu. Yang ketiga saya juga menghimbau kepada guru – guru, Kepala Sekolah dan kita sekalian untuk selalu mendoakan SMPK Don Bosco ini agar sekolah dasar terutama SD Katolik di Kabupaten Belu dan orang tua menitipkan anaknya di SMPK Don Bosco. Kepada kita yang mencintai dan alumni – alumni SMPK Don Bosco untuk menyekolahkan anaknya disini. Kami yakin di tangan Kepala Sekolah dan guru – guru banyak anak yang bersekolah di SMPK Don Bosco hal ini karena saat ini sudah hampir 200 anak sudah mendaftar di sekolah ini”.
Selanjutnya, Ketua Komite SMPK Don Bosco Atambua, Ir. Fridolinus Siribein menatasnamai orang tua murid menyampaikan permohonan maaf sebab keterlambatan melunasi uang sekolah berujung pada polemik ini.
“Kami dari komite minta maaf atas nama orang tua murid, biasa menjelang ujian kita mendengar himbauan dari guru – guru dan ternyata dari penjelasan dari bendahara,” ujarnya.
“Minta maaf kepada 2 bendahara ini ini yang tadi menyampaikan dengan bercucuran air mata karena memang mereka tidak tahu sama sekali ada akun anonim menyampaikan di media sosial dan dampaknya itu dirasakan semua guru terutama terhadap siswa yang baru. Kita lihat di era sekarang, pihak orang tua juga sedang mengalami kesulitan untuk membayar karena kesulitan ekonomi. Di lain pihak ada persaingan sekolah yang makin ketat,” sambungnya.
Fridolinus Siribein yang juga alumni SMPK Don Bosco Atambua meyakini para guru tidak membuat postingan yang merugikan tempat mereka mengajar saat ini.
Namun dia meminta Yayasan memberikan sanksi tegas bahkan pemecatan apabila tenyata ada pihak internal SMPK Don Bosco yang terlibat.
“SMP Don Bosco adalah sekolah Katolik dan sudah puluhan tahun berdiri. Kami sebagai alumni SMPK Don Bosco menyadari itu dan karena persaingan makin ketat seperti yang disampaikan yayasan bahwa akan mengambil tindakan tegas dan pemecatan. Tapi kita semua yakin guru-guru disini baik semua. Tetapi untuk pembelajaran, kalau memang guru-guru disini terlibat kami limpahkan ke Yayasan,” tegas Ketua Komite SMPK Don Bosco Atambua.
Fridolinus Siribein jug mengharapkan agar seluruh civitas SMPK Don Bosco untuk saling bahu membahu meningkatkan prestasi siswa yang nantinya berdampak pada minat anak ingin bersekolah di sekolah itu.
“Kami dari orang tua beharap guru-guru disini mengajar dengan baik dan berprestasi dimana – mana. Kami juga berharap peningkatan anak murid itu makin hari makin bertambah banyak sudah sampai 800 orang dan di pendaftaran kali ini murid bertambah banyak,” pintanya.
Diketahui bahwa, Dewan Pengurus SMPK Don Bosco Atambua memberi tanggapan dan penjelasan resmi, telah terjadi pertemuan lengkap yang berlangsung hampir 2 jam ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. (Ronny)




