ATAMBUA, The East Indonesia – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua yang tergabung dalam Kelompok Tani Warna Batas membudidayakan sayur-sayuran di area Lapas Atambua yang mana merupakan sebuah keberhasilan program pembinaan kemandirian di bidang pertanian.
Hal ini terlihat jelas dari bentangan bedeng Sayur kangkung yang berjejer rapi di dalam tembok Lapas Atambua.
Kalapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, Sabtu, 12 Juli 2025 menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen Lapas Atambua untuk memberikan pembinaan kemandirian kerja guna meningkatkan kemampuan dan skill bagi WBP.
“Budidaya sayur merupakan salah satu bentuk pelatihan kerja yang diberikan diharapkan dapat mewujudkan Astacita presiden yang diimplementasikan melalui 13 Program Akselerasi Menimipas poin 2, yakni memberdayakan WBP mendukung ketahanan pangan,” tuturnya.
Ditambahkan, “Selain itu kegiatan ini berfungsi sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi WBP yang memberikan keahlian praktis sehingga mereka dapat lebih siap kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pembinaan”.
Pelatihan kegiatan kerja ini didampingi langsung oleh Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Andra Sukabir yang mana disampaikan bahwa semangat kemandirian dan produktivitas dapat tumbuh di mana saja, bahkan di dalam tembok Lapas.
“WBP selalu sangat semangat dan menunjukkan keseriusan untuk bertani. menggunakan alat sederhana seperti cangkul dan penyiram, mereka membersihkan gulma yang mengganggu, menyirami setiap petak lahan, dan memastikan tidak ada hama yang merusak. Mereka belajar langsung cara mengolah tanah hingga teknik panen yang efektif,” jelasnya.
Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Andra Sukabir menerangkan bahwa hasil panen kangkung nantinya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari di dapur Lapas, tetapi juga direncanakan untuk dijual ke pasar lokal.
“Keuntungan dari penjualan tersebut akan dikelola secara transparan untuk membiayai operasional kelompok tani dan sebagian dialokasikan sebagai tabungan bagi para warga binaan, modal awal saat mereka kembali ke masyarakat nanti,” pintanya. (Ronny)


