Wednesday, February 25, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Berhasil Olah Pertanian, Warga Binaan Wanita Lapas Atambua Panen Sayur

ATAMBUA, The East Indonesia – Semangat produktivitas dan kemandirian terus digalakkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua.

Tak hanya membina 181 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) laki-laki, Lapas Atambua juga sukses memberdayakan 3 orang WBP perempuan yang menjalani masa pidana.

Para WBP perempuan ini membuktikan diri mampu berkontribusi nyata dalam program ketahanan pangan.

Mereka pun berhasil mengolah pertanian dan melakukan panen sayuran pakcoy di dalam blok khusus perempuan, pada Rabu, 23 Juli 2025.

Inisiatif ini menegaskan komitmen Lapas Atambua dalam memberikan pembinaan yang inklusif dan merata bagi seluruh WBP, tanpa terkecuali.

Meskipun jumlah WBP perempuan relatif kecil, yakni tiga orang, mereka menunjukkan mampu menggarap lahan di lingkungan blok khusus mereka.

“Kami sangat bangga dengan apa yang telah dicapai oleh WBP perempuan kami. Panen pakcoy ini adalah bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat dan kemauan, setiap individu memiliki potensi untuk berdaya dan berkontribusi,” ujar Kepala Lapas (Kalapas) Bambang Hendra Setyawan.

Disebutkan bahwa Program pertanian ini merupakan bagian integral dari pembinaan kemandirian yang bertujuan untuk membekali WBP dengan keterampilan hidup yang bermanfaat setelah bebas nanti mulai dari persiapan bibit, penyemaian, perawatan, hingga panen, seluruh proses dilakukan secara mandiri oleh para WBP perempuan di bawah bimbingan petugas Lapas.

“Ini adalah langkah konkret Lapas Atambua dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan bekal positif bagi WBP untuk masa depan yang lebih baik,” tutur KaLapas Atambua.

Salah seorang WBP perempuan, berinisial N, tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat ikut memanen pakcoy.

“Rasanya senang sekali bisa melihat hasil kerja keras kami. Dulu, saya tidak tahu apa-apa tentang menanam. Sekarang, saya punya ilmu dan keterampilan baru,” ucapnya.

Lanjutnya, “Kegiatan ini membuat kami tidak merasa bosan dan ada tujuan setiap hari. Kami berharap, ilmu yang kami dapat di sini bisa jadi bekal nanti saat kami kembali ke keluarga dan masyarakat.”

Untuk diketahui hasil panen sayuran pakcoy yang segar dan berkualitas ini tak hanya akan memenuhi kebutuhan nutrisi di dapur Lapas Atambua, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan Lapas Atambua dalam mencetak individu-individu yang produktif. (Ronny)

Popular Articles