Home Tekno Pendidikan Hadiri Kuliah Umum Rocky Gerung di Unmas, Gubernur Koster Ajak Mahasiswa Manfaatkan...

Hadiri Kuliah Umum Rocky Gerung di Unmas, Gubernur Koster Ajak Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Tinggalkan Jati Diri

28
FOTO :Gubernur Bali Wayan Koster hadir dan menyimak kuliah umum Pengamat Politik dan Akademisi Rocky Gerung yang digelar di Auditorium Universitas Mahasaraswati Denpasar, Selasa (6/1/2026).

DENPASAR, The East Indonesia – Gubernur Bali Wayan Koster hadir dan menyimak kuliah umum Pengamat Politik dan Akademisi Rocky Gerung yang digelar di Auditorium Universitas Mahasaraswati Denpasar, Selasa (6/1/2026).

Dalam kata pengantarnya, Gubernur Koster menilai tema yang dibahas dalam kuliah umum ini sangat menarik yaitu “Dialektika dan Retorika: Menguatkan Logika dan Nalar di Era Artificial Intelligence”.

Tema tersebut menurutnya sangat menarik karena masyarakat saat ini tengah menghadapi pesatnya perkembangan teknologi digital, terutama pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

“Teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari, apalagi adik-adik sebagai mahasiswa,” ucapnya.

Kendati demikian, Gubernur Bali dua periode ini mengingatkan mahasiswa agar mampu memanfaatkan AI tanpa meninggalkan jati diri sebagai orang Bali.

Caranya adalah dengan merawat dan melestarikan tradisi, budaya dan kearifan lokal.

“Ini penting agar pengetahuan tradisional dan modern saling menghidupi. Tak boleh saling mematikan,” sebutnya.

Sebagai pemimpin Bali, Gubernur Koster terus berupaya menjaga tradisi, adat dan budaya Bali melalui berbagai program yang merupakan implementasi dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Upaya ini makin diperkuat dengan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.

Untuk mensosialisasikan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun, Gubernur Koster pun meminta waktu khusus untuk bicara di depan civitas akademika Universitas Mahasaraswati.

“Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun ini sangat penting dan ini adalah masa-masa krusial. Kalau kita bisa mengawali dengan baik, ini akan jadi fondasi untuk Bali yang lebih baik di masa mendatang,” ungkapnya.

Masih dalam paparannya, Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini menyampaikan dirinya punya ikatan dengan Universitas Mahasaraswati.

Semasa duduk di lembaga legislatif, dia intens membangun komunikasi dengan Ketua Yayasan PR Saraswati Denpasar. Sebagai orang yang menaruh perhatian serius terhadap kemajuan dunia pendidikan, Gubernur Koster banyak berkontribusi pada pengalokasian dana APBN untuk pembangunan sejumlah fasilitas di Kampus Universitas Saraswati. “Ada pembangunan aula, laboratorium, perpustakaan dan peralatan kedokteran gigi. Saat masih di DPR RI, saya sempat meninjau ke sini,” urainya.

Ia pun memuji langkah Universitas Mahasaraswati mendatangkan Rocky Gerung untuk memberi kuliah umum bagi mahasiswa. “Bung Rocky Gerung adalah sahabat baik saya. Beliau orang yang sangat memotivasi, menginspirasi dan penyemangat. Saat bertegur sapa, meskipun hanya lewat telepon, tetap mampu memantik semangat lawan bicara. Terima kasih sudah meluangkan waktu hadir di Bali. Karena saya yakin beliau ini sibuk. Ini sebuah kehormatan bagi Universitas Saraswati,” katanya.

Sementara itu, dalam kuliah umumnya, Rocky Gerung menilai kehadiran AI harus dipahami sebagai tantangan bagi manusia untuk terus berpikir kritis.

“AI membantu kita memperkuat kemampuan berpikir. AI menguji kita, dan pada saat yang sama kita juga perlu menguji AI. Prinsipnya sederhana, jangan hanya bertanya, tetapi kritisi dan uji argumennya,” kata Rocky Gerung.

Ia menegaskan bahwa AI bekerja berbasis kecepatan komputasi dan pembelajaran artifisial, sedangkan manusia bertumpu pada pengalaman, nilai, dan kesadaran.

“AI tidak dapat berpikir secara utuh dan tidak memiliki moralitas. Di sinilah perbedaannya dengan manusia. Kita adalah makhluk bermoral, dan passion hadir dalam diri kita,” terangnya.

Rocky Gerung juga mengapresiasi langkah Unmas yang mengangkat tema logika, dialektika, dan retorika di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Kemampuan berpikir logis, berargumentasi secara dialektis, dan menyampaikan gagasan secara efektif merupakan keterampilan inti yang harus terus dirawat. Saya berharap dari Bali lahir komunitas yang konsisten menjaga nalar sehat dan Unmas dapat menjadi salah satu penjaganya,” pungkasnya.

Selain Gubernur Koster, kegiatan menarik ini juga dihadiri Ketua Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Pusat Denpasar Tjok Istri Sri Ramaswati, SH, MM dan Rektor Unmas Prof. Dr. Sukawati Lanang P. Perbawa, SH, MH. Kuliah umum melibatkan peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Universitas Mahasaraswati.(*)