ATAMBUA, The East Indonesia – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belu, melalui Komisi III, merespons secara cepat dan nyata terhadap keluhan masyarakat.
Pada Selasa, 13 Januari 2026, Komisi III DPRD Belu melaksanakan kunjungan lapangan ke tiga lokasi berbeda, menunjukkan keseriusan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pelayanan publik.
Hadir dalam tinjauan langsung tersebut, Ketua Komisi 3, Cyprianus Temu; Wakil Ketua Komisi 3, Antonius Ugahari Luan; Sekertaris Ketua Komisi 3, Gregorius Ulu bersama anggota Komisi 3 DPRD Belu, Melkiyaris Lelo, Sergio Natalino Kansi Putra dan Stanislaus Fahik.
Tidak sendirian, Rombongan DPRD Belu lakukan kunjungan ke lapangan ini bersama Dinas PUPR yang dihadiri langsung oleh PLT Kadis PUPR Belu, Ferdinand Hale Kin, ST dan stafnya.
Pantauan media ini, Peninjauan dimulai dari lokasi yang terdampak banjir di RT 6, RW 2, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, dan Halifehan dekat lampu merah sentral yang sangat sempit area aliran airnya.
Kehadiran para wakil rakyat di lokasi bencana ini, untuk mendengarkan dan melihat langsung kondisi warga yang terdampak.
Selain itu, Komisi III juga menunjukkan ketegasan dalam mengawal pembangunan infrastruktur daerah dengan meninjau langsung proyek pembangunan jalan HRS di Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan yang belum rampung.
Pemantauan ini untuk memastikan proyek tersebut segera diselesaikan dan sesuai spesifikasi.
Wakil Ketua Komisi 3, Antonius Ugahari Luan dalam sempat wawancara dengan media ini mengatakan bahwa hujan deras kemarin, Senin (12/01) mengakibatkan banjir yang kemudian menerpa beberapa rumah Warga yang ada di RT 6, RW 2 Kelurahan Fatukbot.
Padahal beberapa waktu lalu sempat ada upaya pencegahan yang dilakukan masyarakat setempat diarea tersebut secara swadaya bekerjasama dengan Dinas PUPR Belu membuat bronjong kantong untuk melindungi tepian sungai dari gerusan air.
Dikatakan pula dalam peninjauan tadi dilakukan pemantauan di sungai kecil Halifehan dekat lampu merah sentral yang sangat sempit area aliran airnya.
Ada juga peninjauan terhadap pekerjaan proyek jalan di Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan yang sudah selesai Tahun Anggaran tetapi belum selesai pekerjaannya.
“Kehadiran kami tadi bukan sekadar formalitas, tetapi untuk mendengar secara langsung keluhan masyarakat, melihat kondisi riil di lapangan, dan memastikan bahwa permasalahan yang dihadapi warga harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah,” tutur Antonius Ugahari Luan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Belu ini menyatakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Belu, khususnya melalui Komisi III ingin menegaskan bahwa setiap keluhan dan aspirasi masyarakat adalah tanggung jawab yang harus kami respons secara cepat, nyata, dan bertanggung jawab.
“Kunjungan yang kami lakukan ini merupakan wujud kepedulian kami DPRD Belu khususnya di Komisi Tiga sekaligus menjadi komitmen kami dalam menjalankan fungsi pengawasan serta memastikan pelayanan publik berjalan sebagaimana mestinya,” pungkas pria yang akrab disapa Toni Luan.
Wakil Ketua Komisi III juga mengapresiasi kehadiran dan kerja sama dari Dinas PUPR Kabupaten Belu yang turut mendampingi dalam kunjungan tersebut.
“Kami berharap hasil dari peninjauan ini dapat menjadi dasar bagi langkah-langkah perbaikan kedepan, sehingga pembangunan di Kabupaten Belu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” ujar Toni Luan. (Ronny)


