Saturday, January 17, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Wamen Fajar Apresiasi Capaian Pembelajaran Sekolah di Jawa Tengah Meningkat Berkat PHTC Presiden

JAWA Tengah, The East Indonesia — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq melakukan peninjauan langsung capaian pembelajaran berkat dukungan program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (15/1). Di SMA Negeri 1 Kartasura, Kabupaten Sukoharjo Wamen Fajar mengapresiasi talenta-talenta unggul yang tercermin dari capaian hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) peserta didik yang berada di atas rata-rata nasional pada sejumlah mata pelajaran.

Kepala SMA Negeri 1 Kartasura, Suharja, menyampaikan bahwa program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden turut andil dalam meningkatkan semangat belajar mengajar di sekolah. Menurutnya, peningkatan fasilitas membuat kondisi ruang kelas menjadi lebih baik dan mampu menunjang proses pembelajaran di sekolah secara siginifikan.

“Peningkatan fasilitas ini berdampak pada penguatan, peningkatan, dan percepatan kualitas pembelajaran. Ke depan, program revitalisasi ini dapat terus berlangsung secara berkelanjutan dan menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah,” ujar Suharja. Total anggaran yang diterima sekolah adalah sebesar Rp1.512.688.000, diperuntukkan untuk pembangunan dua ruang kelas baru, rehabilitasi lima ruang kelas, serta satu toilet.

Pada kesempatan yang sama, siswa SMA Negeri 1 Kartasura, Oxcelvea, menyampaikan bahwa sebelum rehabilitasi, keterbatasan ruang kelas membuat proses belajar kurang nyaman. Setelah rehabilitasi, suasana belajar menjadi lebih dekat dengan teman-teman dan mendukung interaksi, sekaligus memberi ruang bagi kegiatan organisasi sekolah. “Sekarang suasananya jadi lebih nyaman dan jarak kelasnya juga lebih dekat, jadi kita bisa lebih fokus belajar. Harapannya, pembangunannya bisa semakin merata dan bermanfaat untuk teman-teman semua,” ungkapnya.

Mendengar dampak positif yang dirasakan warga sekolah, Wamen Fajar menekankan perlunya dukungan seluruh warga sekolah dan pemangku kepentingan dalam mendukung terwujudnya keberlanjutan ekosistem pembelajaran yang memadai. “Program Revitalisasi Satuan Pendidikan memang hadir untuk menyediakan ruang belajar yang lebih layak dan kondusif sebagai penunjang peningkatan kualitas pendidikan,” tuturnya bangga melihat keselerasan antara tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dengan capaian pembelajaran sekolah yang memuaskan.

“Intinya kita harapkan pembangunan revit itu nyambung dengan perbaikan capaian pembelajaran di ruang kelas, karena ini menjadi satu kesatuan utuh agar ekosistem pendidikan di sekolah ini betul-betul baik, bahkan terbaik. Karena harapannya nanti sekolah-sekolah dapat melahirkan anak-anak yang memang punya kualitas,” imbuh Fajar seraya berharap berkat PHTC Presiden, ekosistem pendidikan dapat tumbuh secara utuh dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Wamen Fajar mengunjungi SD Kristen Danukusuman, Surakarta. Di sekolah tersebut, ia meninjau pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP)/Papan Interaktif Digital (PID) dalam proses pembelajaran, berdialog dengan guru dan peserta didik, serta melihat langsung bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan interaksi belajar di kelas.

Wamen Fajar menyampaikan bahwa peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan guru dalam mengoperasikan perangkat pembelajaran digital sekaligus melihat pengalaman belajar peserta didik. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran kementerian merupakan bentuk dukungan moral kepada sekolah-sekolah swasta yang selama ini konsisten menjalankan tugas konstitusional dalam mendidik anak bangsa. Menurutnya, kebijakan bantuan digitalisasi pembelajaran diberikan secara adil tanpa membedakan sekolah negeri maupun swasta sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang merata di seluruh satuan pendidikan.

“Kita ingin memastikan seberapa paham gurunya bisa mengoperasikan PID dan seberapa menikmati muridnya menggunakan fasilitas itu. Kehadiran kami juga sebagai dukungan moral kepada sekolah-sekolah swasta, dan kebijakan ini diberikan secara adil tanpa membedakan negeri dan swasta,” jelas Wamen Fajar.

Kepala Sekolah SD Kristen Danukusuman, Veronica Prima, menyampaikan bahwa pemanfaatan PID memberikan manfaat nyata dalam membuat pembelajaran di kelas menjadi lebih interaktif dan mendorong guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik. Menurutnya, penggunaan PID memungkinkan proses belajar berlangsung secara dua arah sehingga meningkatkan antusiasme dan keterlibatan peserta didik.

“Dengan adanya bantuan PID, proses pembelajaran di kelas menjadi lebih interaktif dan mendorong guru untuk mengeksplorasi metode pembelajaran yang lebih menarik, sehingga anak-anak menjadi lebih antusias dan terlibat aktif dalam belajar. PID memungkinkan pembelajaran berlangsung secara dua arah dan terasa seperti proses bermain. Karena itu, kami sangat berterima kasih atas bantuan PID ini,” ujarnya.

Sementara itu, guru SD Kristen Danukusuman, Ari Tamtomo, menyampaikan bahwa pemanfaatan PID sangat menunjang proses pembelajaran dan membantu guru dalam mengajar di tengah tantangan pembelajaran di era digital. Menurutnya, penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi menjadi kebutuhan karena mampu memperluas wawasan siswa dan tidak lagi hanya bergantung pada buku teks.

“PID bantuan dari program Bapak Presiden Prabowo, sangat luar biasa karena menunjang proses pembelajaran. Di zaman modern seperti ini, dengan pengaruh media sosial yang sangat kuat, program pembelajaran seperti ini sangat diperlukan,” ungkap Ari.(*)

Popular Articles