
GIANYAR, The East Indonesia – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Atip Latipulhayat menghadiri dan melepas 1672 tenaga kerja asal Bali yang akan bekerja di berbagai negara di Eropa, Asia dan Amerika. Upacara pelepasan tenaga kerja asal Bali digelar di Kampus Politeknik Overseas Training Center (OTC) Gianyar, Selasa (27/1/2026).
Upacara Pelepasan tersebut dihadiri langsung oleh ribuan tenaga kerja yang sudah mengikuti pendidikan yang akan berangkat keluar negeri. Selain ribuan tenaga kerja tersebut, hadir juga para dosen Politeknik Overseas Training Center, Dinas Tenaga Kerja terkait, Forkompinda Bali dan Gianyar. Pelepasan ditandai dengan penyerahan secara simbolis letter job atau surat penerimaan kerja di berbagai sektor pekerjaan di negara-negara penerima kepada perwakilan tenaga kerja dan pemukulan gong secara resmi.
Kepada awak Media usai seremonial pelepasan, Prof. Atip menjelaskan jika dalam pelepasan kali ini, para tenaga kerja asal Bali ini bukan hanya siap berangkat keluar negeri, tetapi mereka sudah menerima letter job. “Artinya, mereka sudah diterima di berbagai sektor pekerjaan di Turki, Jepang, Amerika, Qatar, Taiwan dan berbagai negara lainnya. Jadi bukan lagi baru melamar, tetapi sudah diterima disana. Jumlahnya 1762 orang yang akan berangkat kali ini,” ujarnya.
Pelepasan 1672 tenaga kerja asal Bali ini merupakan realisasi langsung program pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja bukan saja di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Untuk mewujudkan program itu, pemerintah mendirikan lembaga-lembaga kursus. Salah satunya adalah Kampus OTC Gianyar Bali yang saat ini sudah berubah nama menjadi Politeknik Overseas Training Center (OTC).
Para lulusan Kampus OTC Bali ini semuanya terserap pasar tenaga kerja luar negeri. “Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan bagi kami, sekaligus juga memberikan satu jalan keluar yang sangat bagus. Pekerjaan itu tidak terbatas di dalam negeri tetapi sampai keluar negeri. Syaratnya harus memiliki keahlian yang kompetitif. Ini terbukti dengan dikeluarkannya jadi surat penerimaan kerja atau job letter,” ujarnya.
Ia menegaskan, job letter itu adalah bukti bahwa para tenaga kerja asal Bali ini sudah diterima, legal formal, mendapatkan perlindungan hukum yang tinggi baik di negara penerima maupun di Indonesia. Job letter juga menandai bahwa para tenaga kerja asal Bali yang akan keluar negeri telah mendapatkan keahlian di bidangnya, memiliki skill yang tinggi dan memenuhi kualifikasi di tempat dimana mereka akan bekerja.
“Dengan ini tentu saja mereka akan mendapatkan penghasilan yang layak, pengalaman kerja yang tinggi, dan kita berharap setelah pulang ke Indonesia mereka akan menciptakan peluang bisnis yang baru yang juga bisa menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Tahun 2026, ada sekitar 15 ribu lowongan kerja keluar negeri. Pemerintah terus berupaya untuk memenuhi kuota tersebut dengan cara bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan, kampus dan sebagainya. Para tenaga kerja ini akan dilatih untuk memenuhi kualifikasi pekerjaan di luar negeri. Bali sudah bisa memenuhi 1672 orang yang akan berangkat keluar negeri dalam waktu dekat ini.

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan akan terus menyelenggarakan “Konsolidasi Kemitraan Strategis Industri, Lembaga Kursus, dan Dinas Pendidikan dalam Penguatan Kompetensi SDM”.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha atau industri, serta lembaga pendidikan dalam penguatan tata kelola kursus dan pelatihan serta lulusan peserta didik yang kompeten. Bali sudah mampu kirim keluar negeri. Diharapkan daerah lainnya di Indonesia melakukan hal yang sama.
Kampus OTC Bali juga melatih tenaga kerja dari 9 Lembaga Kursus lainnya yakni di antaranya adalah BEC Academy, Bali Saraswati SPA Academy, Tulip SPA School, Taruna Samudera, Gayatri Binar Abadi, Bali International Tourism School, Queen International, dan Lembaga Pendidikan Bali Asia. Mereka akan bekerja di berbagai sektor seperti terapi spa, hotel, restoran, kapal pesisir dan industri pariwisata lainnya.(Chris)