Monday, February 2, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pujawali Purnama Kawulu Pura Catur Lawa Ratu Pasek, Wagub Giri Prasta: Momentum Penyucian Sekala-Niskala dan Eling Leluhur

Diwarnai Pengukuhan Pengurus MGPSSR se-Kabupaten Karangasem

KARANGASEM, The East Indonesia – Suasana khidmat dan sarat makna spiritual menyelimuti Pura Catur Lawa Ratu Pasek, Pura Agung Besakih, Desa Rendang, Karangasem, Minggu (1/2). Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, yang juga selaku Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali, hadir langsung dalam upacara Nedunang Ida Bhatara, serangkaian Pujawali Purnama Kawulu yang merupakan salah satu momentum suci bagi Semeton Pasek.

Didampingi Ketua Umum MGPSSR Pusat Nyoman Kenak serta Ketua MGPSSR Kabupaten Karangasem, Wagub Giri Prasta berkesempatan ngaturang ayah mundut Pralingga Ida Bhatara Catur Lawa Ratu Pasek untuk selanjutnya distanakan di Meru Pesamuhan. Prosesi sakral tersebut berlangsung penuh ketulusan, menjadi simbol penguatan bhakti dan keterikatan spiritual pratisentana Pasek dengan leluhur.

Ditemui usai upacara, Wagub Giri Prasta mengingatkan bahwa Pujawali Purnama Kawulu bukan sekadar ritual tahunan, melainkan panggilan batin bagi seluruh pratisentana Pasek untuk eling, subhakti, dan tangkil ke hadapan Ida Bhatara Sesuhunan.

“Baru saja kita melaksanakan upacara sekala-niskala, yakni pengukuhan pengurus MGPSSR kabupaten dan kecamatan se-Karangasem yang bertepatan dengan pawatekan Pujawali Ida Bhatara Sesuhunan Mpu Gni Jaya. Sebagai pratisentana-Nya, mari kita eling lan bersyukur, menghaturkan sembah sujud selama pujawali berlangsung,” ujar Giri Prasta dengan nada penuh penekanan.

Ia menegaskan, bhakti kepada leluhur harus tercermin dalam sikap hidup sehari-hari, termasuk menjaga persatuan, keteduhan sosial, serta kontribusi nyata bagi masyarakat Bali.
Senada dengan itu, Ketua Umum MGPSSR Pusat Nyoman Kenak menekankan bahwa rangkaian pengukuhan Pengurus MGPSSR Kabupaten Karangasem dan Pengurus MGPSSR Kecamatan se-Karangasem melalui upacara Mejaya-jaya dan penyerahan Surat Keputusan (SK) bukanlah sekadar formalitas administratif.

“Ini adalah penyucian sekala-niskala dalam mengemban tugas dan tanggung jawab yang berat, demi kepentingan pasemetonan dan masyarakat Bali. Kemenangan yang kita maksud bukan hanya untuk organisasi, tetapi kemenangan bagi diri sendiri yang bermanfaat bagi semeton dan masyarakat luas,” tegasnya.

Nyoman Kenak juga mengajak seluruh warga Pasek untuk memaknai MGPSSR sebagai samudra besar yang menyejukkan di tengah dinamika sosial, ekonomi, politik, hingga tantangan keagamaan yang kian kompleks.

“Warga Pasek adalah yang terbanyak, itulah kenyataan, itulah samudra. Kita tidak boleh mundur. Justru kita harus maju, kuat bak baja—semakin ditempa semakin tajam—namun tetap menjadi penyejuk dalam setiap dinamika,” ujarnya penuh semangat.

Lebih jauh, ia menyampaikan optimisme bahwa kepemimpinan MGPSSR yang kini dinakhodai oleh Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta akan membawa pasemetonan Pasek ke arah yang lebih maju, solid, dan bermartabat.

“Harapan saya, Pasek mampu menjadi yang terbaik, merajut keharmonisan antar semeton Pasek, semeton masyarakat Bali lainnya, dan pemerintah, demi mewujudkan Bali yang maju, jayanthi, dan shanti. Pasek = Pacek. Wujudkan bhakti warga Pasek dengan bukti. Itulah moto kita,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa rangkaian edaan karya Pujawali Purnama Kawulu masih akan berlanjut, dengan puncak karya digelar pada 2 Februari 2026 dan penyineban pada 5 Februari 2026. Pujawali ini merupakan Tegak Wali Ida Bhatara Sesuhunan Ida Bhatara Semeru/Mpu Gni Jaya, yang memiliki makna khusus dan berbeda dengan pujawali purnama yang sifatnya ngiringang Pujawali Ida Bhatara Turun Kabeh di Penataran Agung Pura Besakih.

“Bagi seluruh Semeton Pasek, khususnya di seluruh Indonesia, mari manfaatkan kesempatan saat Ida Bhatara Sesuhunan nyejer selama tiga hari hingga 5 Februari untuk tangkil, menghaturkan sembah bhakti sebagai wujud angayubagia dan subhakti kepada Sesuhunan kita,” pungkas Nyoman Kenak.

Upacara suci tersebut dipuput oleh para sulinggih, di antaranya Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Putra Pemuteran, Ida Pandita Mpu Acharya Dwi Parama Santika, Ida Pandita Mpu Putra Darmika Sandi Kertha Satwika, Ida Pandita Mpu Dharma Yoga Semadi, serta Ida Pandita Mpu Darma Wijaya Daksa Kusuma.

Pada momentum yang sama, dilaksanakan pula upacara Mejaya-jaya dan penyerahan SK Pengurus MGPSSR Kabupaten Karangasem serta Pengurus MGPSSR Kecamatan se-Kabupaten Karangasem, bertempat di Pura Catur Lawa Ratu Pasek Besakih, sebagai peneguhan lahir dan batin dalam mengemban dharma pengabdian.(*)

Popular Articles