Wednesday, February 4, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pererat Relasi Dan Pemahaman Tentang Data, LSPR Bali Gelar Journalism Short Course Bertajuk “Meningkatkan Kualitas Jurnalisme Berbasis Statistik”

DENPASAR, The East Indonesia – Di tengah banjir informasi, masyarakat tidak hanya membutuhkan berita yang cepat, tetapi juga yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Statistik resmi menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun jurnalisme yang kredibel, karena di balik setiap angka terdapat potret kondisi sosial, ekonomi, dan pembangunan yang sesungguhnya. Kemampuan jurnalis dalam membaca, menginterpretasikan, serta menyajikan data secara kontekstual menjadi kunci agar informasi berbasis statistik tidak berhenti sebagai deretan angka, melainkan berubah menjadi cerita yang bermakna bagi publik.

Pemahaman terhadap metodologi pengumpulan data, cara membaca rilis statistik, serta teknik memverifikasi sumber data memungkinkan jurnalis menyusun liputan yang lebih mendalam dan objektif. Melalui pendekatan data storytelling, angka-angka dapat diterjemahkan menjadi narasi yang komunikatif, membantu masyarakat memahami tren, perbandingan, dan dampak suatu fenomena secara utuh. Dengan demikian, jurnalisme tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi publik berbasis fakta.

Penguatan literasi statistik juga mendorong praktik jurnalistik yang lebih kritis dan bertanggung jawab. Jurnalis mampu menghindari salah tafsir data, menguji validitas informasi, serta mengaitkan temuan statistik dengan realitas di lapangan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat peran media sebagai rujukan informasi yang andal.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, LSPR Institute of Communication and Business Bali menyelenggarakan Journalism Short Course bertajuk “Meningkatkan Kualitas Jurnalisme Berbasis Statistik” dengan menghadirkan Statistisi Muda BPS Provinsi Bali, I Gede Heprin Prayasta, SST., M.Si, sebagai narasumber.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 15.00–17.00 WITA di Ruang Kelas LSPR Bali ini diikuti oleh jurnalis dan kontributor media, serta diselenggarakan secara gratis dengan kuota terbatas.

Executive Director LSPR Bali, Ms. Gesille Sedra Buot, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat relasi dengan media sekaligus membangun pemahaman baru tentang pentingnya data dalam jurnalisme. “We want to start new knowledge about data and continue our commitment to our relationship with media,” ujarnya.

PR Manager LSPR Bali, A A Istri Putri Dwi Jayanti menambahkan, “Kami percaya bahwa pemberitaan yang kuat dan akurat dimulai dari data yang valid, dan kegiatan ini merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung kemajuan jurnalisme profesional di Bali.”

Sementara itu, narasumber dari BPS Provinsi Bali, I Gede Heprin Prayasta, menekankan bahwa data tidak cukup hanya ditampilkan dalam bentuk angka. “Data berbicara, angka mengudara. Namun, publik tidak cukup hanya melihat data saja, dibutuhkan konteks untuk memperkuat narasi. Perlu ada roadmap pemanfaatan data, serta penyajian tulisan yang menarik agar publik membaca hingga akhir. Misalnya, satu dari sepuluh penduduk Bali adalah lajang. Dalam jurnalisme berbasis data, timing dan cara menarasikan angka menjadi cerita sangat menentukan,” jelasnya.

Melalui program ini, LSPR Bali berharap rekan-rekan media semakin mampu menyajikan pemberitaan berbasis data yang akurat, kontekstual, dan bermakna, sehingga berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih kritis dan melek informasi.(*)

Popular Articles