BULELENG, The East Indonesia — Gubernur Bali Wayan Koster meninjau langsung kelanjutan pembangunan kawasan Taman Teknologi Turyapada Tower Komunikasi Bali Smart 6.0 Kerthi Bali di Desa Amerta Sari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada akhir pekan Sabtu (7/2). Peninjauan ini untuk memastikan proyek strategis tersebut berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Dalam kunjungannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa Turyapada Tower merupakan proyek strategis daerah yang dirancang sebagai pengungkit transformasi Bali Utara menuju pusat teknologi, pendidikan, dan konektivitas digital, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan Bali secara menyeluruh.
Salah satu area yang menjadi fokus peninjauan adalah kawasan gondola yang nantinya akan menghubungkan area menara dengan kawasan alam di bawahnya. Jalur gondola ini dirancang menyuguhkan panorama alam khas Bali Utara, meliputi pemandangan laut, perbukitan, kawasan hutan, serta keindahan tiga danau kembar, yakni Danau Buyan, Danau Tamblingan, dan Danau Beratan.
Selain gondola, Gubernur Koster juga memantau langsung progres tahap kedua pembangunan kawasan Turyapada. Tahapan ini mencakup penyelesaian akses jalan dari shortcut menuju terminal utama, pembangunan area parkir dengan kapasitas hingga 200 kendaraan roda empat, terminal gondola, taman wisata, area camping, ruang komunal, sentra UMKM, serta fasilitas restoran.
Tak hanya itu, penyelesaian interior menara juga menjadi perhatian utama, termasuk tahap akhir atau finishing Ruang Konferensi dan Ballroom yang diproyeksikan menjadi fasilitas penunjang kegiatan berskala nasional maupun internasional.
Peninjauan tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahadnyana, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana, serta Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali IB Surja Manuaba, memastikan kesiapan infrastruktur dan dukungan lintas perangkat daerah terhadap proyek ini.
Proyek Turyapada Tower ditargetkan rampung pada Agustus 2026 dan mulai beroperasi secara penuh pada akhir tahun 2026.
Keberadaan kawasan ini diharapkan menjadi ikon wisata baru Bali Utara sekaligus magnet baru bagi wisatawan domestik dan mancanegara yang mengedepankan konsep wisata berbasis teknologi, edukasi, dan kelestarian alam.
Dengan kehadiran Turyapada Tower, Pemerintah Provinsi Bali optimistis Bali Utara akan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing, sejalan dengan visi pembangunan Bali berlandaskan Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Bali era baru.(*)

