Sunday, February 8, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Akhiri Penantian 16 Tahun, Brimob Atambua Bangun Jembatan Darurat Pakai Dana Swadaya di Manuaman

ATAMBUA, The East Indonesia – Personel Satuan Brimob Polda NTT Batalyon A Pelopor Atambua kembali menunjukkan dedikasinya sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.

Pada Sabtu (7/2/2026), tim Brimob turun langsung membangun jembatan darurat semi-permanen di RT 20/RW 04, Kelurahan Manuaman, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu.

Aksi cepat ini merupakan respons atas keluhan masyarakat yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur utama sejak belasan tahun silam, tepatnya setelah jembatan permanen ambruk diterjang bencana alam pada tahun 2010.

Selama 16 tahun, warga dan anak-anak sekolah terpaksa mempertaruhkan nyawa menyeberangi sungai demi menuju pusat Kota Atambua, terutama saat debit air meningkat di musim hujan.

Pembangunan jembatan sepanjang 9 meter ini merupakan instruksi langsung dari Dansat Brimob Polda NTT, Kombes Pol. Afrizal Asri, S.I.K., sebagai bentuk kehadiran nyata Polri di tengah kesulitan warga.

“Setelah jembatan ambruk tahun 2010, masyarakat terpaksa lewat kali. Hari ini kita bangun jembatan darurat dari papan dan kayu gelondongan agar akses transportasi kembali lancar,” ujar Wadanyon A Pelopor, AKP Rudinus R. Silvester, yang memimpin langsung pengerjaan di lokasi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA ini berlangsung sinergis antara personel Brimob dan warga setempat.

Turut hadir memantau pengerjaan, Lurah Manuaman Michael Bau, Danki 1 AKP Inacio Ximenes, serta tokoh masyarakat setempat.

Proses pembangunan dilakukan secara komprehensif, mulai dari penggalian pondasi tiang penyangga, pemasangan kayu penahan struktur, hingga pengecoran perlintasan menggunakan semen dan kerikil.

Menariknya, seluruh biaya pembangunan jembatan ini berasal dari swadaya mandiri personel Brimob.

Tepat pukul 15.30 WITA, jembatan yang diberi nama “Weaituan” tersebut rampung dan langsung diuji coba oleh kendaraan roda dua.

Ketua RT setempat menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa haru atas bantuan korps baret biru tersebut.

“Terima kasih Bapak-bapak Brimob yang sudah membuatkan jembatan sehingga aktivitas kami kembali normal,” ungkapnya dengan nada haru.

Dengan hadirnya jembatan darurat ini, diharapkan aktivitas ekonomi dan pendidikan warga Kelurahan Manuaman kembali berjalan lancar dan aman. (Ronny)

Popular Articles