Friday, February 13, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Gubernur Koster Sebut Tujuh Indikator Capaian Hasil Pembangunan Bali Tahun 2026

DENPASAR, The East Indonesia – Gubernur Bali Bali Wayan Koster mengumumkan indikator capaian hasil pembangunan Bali tahun 2025 lalu. Indikator capaian hasil pembangunan tersebut bukan sekedar capaian di atas kertas tetapi diukur dengan data dan fakta yang ada di lapangan. “Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali yang diumumkan oleh pada tanggal 5 Februari 2026, pencapaian indikator makro hasil pembangunan Bali tahun 2025 menunjukkan kinerja yang sangat baik,” ujarnya melalui rilis resmi yang disebar beberapa hari lalu.

Koster mengatakan, pencapaian hasil pembangunan tersebut melampaui target yang direncanakan dalam pembangunan sebagai implementasi visi NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Pencapaian kinerja tersebut diukur dengan 7 indikator. Pertama, sesuai yang diperkirakan pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2025 secara kumulatif sebesar 5,82%, meningkat sebesar 0,34% dibanding tahun 2024 yang hanya sebesar 5,48%.

Ini merupakan peringkat ke-5 tertinggi secara nasional. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,82% juga merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 7 tahun terakhir. Kedua, pendapatan per kapita masyarakat Bali tahun 2025 mencapai Rp72,66 juta, meningkat sebesar Rp5,34 juta dibanding tahun 2024 yang sebesar Rp 67,32 juta. Ketiga, tingkat kesenjangan ekonomi masyarakat Bali yang diukur dengan Indeks Gini Rasio Tahun 2025 sebesar 0,333, menurun dibanding tahun 2024 sebesar 0,348, yang artinya pendapatan masyarakat di Bali semakin merata dan semakin baik.

Keempat, tingkat kemiskinan di Bali tahun 2025 adalah sebesar 3,42%, menurun sebesar 0,38%, dibanding tahun 2024 yang sebesar 3,80%. Tingkat kemiskinan di Bali terendah secara nasional. Kelima, tingkat pengangguran di Bali tahun 2025 adalah sebesar 1,45%, menurun sebesar 0,34%, dibanding tahun 2024 sebesar 1,79%. Tingkat pengangguran di Bali terendah secara nasional. Keenam, indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 adalah sebesar 79,37, meningkat dibanding tahun 2024 sebesar 78,63. Pencapaian angka IPM Bali merupakan peringkat ke-5 tertinggi secara nasional. Ketuju, Usia Harapan Hidup (UHH) masyarakat Bali tahun 2025 adalah sebesar 75,46 tahun, meningkat dibanding tahun 2024 sebesar 75,10 tahun.

Pencapaian kinerja ini juga menunjukkan bahwa pembangunan Bali pada tahun 2025 telah berjalan sesuai dengan arah kebijakan dan program sebagaimana yang direncanakan meliputi 6 bidang prioritas. Adapun 6 bidang prioritas tersebut yaitu pertama, Adat, Tradisi, Seni dan Budaya serta Kearifan Lokal. Kedua, Kesehatan, Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan. Ketiga, Transformasi perekonomian dengan Ekonomi Kerthi Bali. Keempat, Infrastruktur Darat, Laut, dan Udara serta Transportasi. Kelima, Lingkungan, Kehutanan, dan Energi. Keenam, Bali Pulau Digital dan Keamanan Bali.

Pencapaian kinerja yang sangat baik ini merupakan hasil kerja keras secara kolektif yang diselenggarakan secara bersama-sama oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kota/Kabupaten, pelaku usaha, serta masyarakat Bali.(*)

Popular Articles