Friday, February 13, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Jelang HBKN, Pemkab Buleleng Perkuat Strategi Kendalikan Inflasi

SINGARAJA, The East Indonesia – Menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek, Nyepi, dan Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Buleleng bergerak cepat memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Kamis (12/2).

Pertemuan strategis tersebut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan yang diterima langsung oleh Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra didampingi Sekda Buleleng Gede Suyasa, Forkopimda, serta pimpinan OPD terkait.

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik, melainkan menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebutkan, inflasi Kabupaten Buleleng saat ini berada pada angka 2,59 persen (year on year) yang dimana masih dalam rentang target nasional.

“Inflasi ini sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Kalau tidak kita kendalikan dengan baik, dampaknya langsung terasa. Karena itu, kita harus memastikan stok aman dan distribusi lancar, terutama menjelang hari raya,” tegasnya.

Menghadapi potensi lonjakan permintaan, Pemkab Buleleng telah menyiapkan sejumlah langkah konkret, seperti intensifikasi operasi pasar dan pasar pangan murah, penguatan pengawasan distribusi, serta memastikan ketersediaan komoditas strategis tetap terjaga.

Tak hanya itu, Dinas Pertanian juga terus mendorong gerakan tanam melalui pembagian bibit cabai kepada masyarakat guna mengantisipasi lonjakan harga hortikultura yang kerap menjadi pemicu inflasi.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan memberikan apresiasi atas langkah cepat Pemkab. Buleleng. Ia menyebut Kabupaten Buleleng menjadi daerah pertama di Bali yang menggelar High Level Meeting TPID di tingkat kabupaten/kota setelah pertemuan TPIP pusat dan TPID provinsi.

Menurutnya, pengendalian inflasi di daerah memiliki kontribusi langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional. Inflasi yang tidak terkendali akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Ronald mengingatkan sejumlah komoditas yang perlu diwaspadai menjelang HBKN, seperti cabai rawit, beras, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan tomat. Meski beberapa komoditas dalam kondisi surplus, lonjakan permintaan musiman tetap berpotensi memicu kenaikan harga.

“Berdasarkan data Januari 2026, Buleleng tercatat mengalami deflasi bulanan sebesar -0,4 persen (month to month). Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat pola kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang hari raya,” pungkasnya.

Melalui forum ini, Pemkab Buleleng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan, memastikan inflasi tetap terkendali sehingga stabilitas ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat dapat terus terjaga.(Wis)

Popular Articles