ATAMBUA, The East Indonesia – Sebuah kabar gembira hadir bagi seluruh warga Kabupaten Belu dan sekitarnya yang berada di Perbatasan Negara Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL).
Sebuah terobosan layanan kesehatan di Kabupaten Belu melalui komitmen nyata Rumah Sakit Sito Husada Atambua yang berada di Kelurahan Berdao, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu.
Saat ini RS Sito Husada Atambua menjadi yang pertama di Kabupaten Belu dalam Akses layanan Kesehatan Mata yang Dekat dan Berkualitas.
Untuk pertama kalinya di wilayah perbatasan RI-RDTL ini, RS Sito Husada Atambua menghadirkan pelayanan rutin Poli Mata yang komprehensif.
Langkah ini bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan bukti nyata kepedulian terhadap kualitas hidup masyarakat perbatasan.
Kini, masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan perawatan mata yang ahli.
Sejak dimulainya pelayanan pada tanggal 3 Februari 2026, kehadiran dr. Angelo, SpM menjadi harapan baru bagi kesehatan indra penglihatan masyarakat di Belu dan sekitarnya.
Dengan keahlian spesialisasi yang mumpuni, dr. Angelo, SpM siap memberikan dedikasi terbaiknya dalam mendiagnosa hingga memberikan solusi medis bagi setiap pasien.
Dokter Angelo, spesialis mata yang kini berpraktik penuh waktu di Rumah Sakit Sito Husada Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), kepada media ini, Kamis, 12 Januari 2026 mengungkapkan bahwa berdasarkan pengalamannya bersama tim dari Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya Jakarta yang telah melakukan bakti sosial (baksos) sejak 9 tahun lalu termasuk di RSUD Atambua, wilayah NTT, khususnya di Belu dan sekitarnya, kebutuhan akan dokter spesialis mata sangat krusial. Hal ini menjadi alasan kuat bagi Dokter Angelo untuk mendedikasikan praktiknya di wilayah kabupaten ketimbang kota besar.
“Memang di Atambua, Kabupaten Belu dan sekitarnya belum ada dokter mata, jadi dipilih untuk melayani di sini,” ujarnya saat menjelaskan alasan utamanya menetap di Kabupaten Belu.
Untuk menjamin kualitas layanan, Dokter Angelo memastikan bahwa fasilitas medis yang disediakan telah memenuhi standar keamanan yang tinggi.
Alat-alat tersebut meliputi alat pengukur kacamata, pengukur kornea dan refraksi, pengukur tekanan bola mata, alat operasi mata dan phacoemulsifikasi, laser utk mata, alat foto saraf mata, laser untuk membersihkan lensa pasien yang sudah dioperasi katarak namun kembali buram, dan lain2.
“Standar kelengkapan alatnya sudah mirip seperti yang ada di Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT,” pungkasnya.
Terkait kondisi kesehatan mata masyarakat setempat, Dokter Angelo menerangkan bahwa selain faktor usia seperti katarak yang muncul di usia 50-60 tahun, kondisi geografis NTT yang panas juga memicu munculnya selaput pada mata. Ia pun memberikan peringatan tegas kepada masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan pengobatan alternatif.
“Kalau ada infeksi jangan dikasih obat tradisional, nanti matanya tambah rusak,” pesan Dokter Angelo.
Ia mengimbau warga yang mengalami gangguan mata untuk segera memeriksakan diri secara dini.
“Kalau bisa, ada gangguan mata sekarang bisa langsung datang ke kami, jangan tunggu sampai parah baru datang,” tambahnya.
Untuk diketahui bahwa saat ini, Dokter Angelo memberikan pelayanan rutin dan bersiaga secara penuh bagi masyarakat di Rumah Sakit Sito Husada, Atambua.
Untuk memastikan akses yang mudah bagi masyarakat, Poli Mata hadir dengan jadwal yang sangat akomodatif:
Hari: Senin s/d Sabtu
Waktu: Pukul 08:00 – 13:00 WITA
Lokasi: RS Sito Husada, Atambua. Ronny)


