ATAMBUA, The East Indonesia – Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polhukam, Mohammad K. Koba, bersama Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH dan sejumlah pejabat terkait melakukan site visit perkembangan pembangunan Bendungan Maliana II di perbatasan RI–RDTL, Kamis (12/02/2026), di Dilumil, Desa Lamaksenulu, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan langsung Negara RI-RDTL.
Dalam pertemuan bersama pihak Timor Leste, disepakati beberapa poin penting terkait pembangunan bendungan yang berada di wilayah perbatasan tersebut.
Dilansir, Prokopimbelu, Deputi Mohammad K. Koba mengatakan, pembahasan difokuskan pada aspek teknis pembagian air dan penyelarasan data lahan pertanian yang akan menerima manfaat dari bendungan tersebut.
“Tadi kita bersama Bupati Belu dan pejabat lainnya sudah bertemu dengan pihak-pihak Timor Leste terkait pembangunan Bendungan Maliana II Timor Leste yang lokasinya di Dilumil, Desa Lamaksenulu Kecamatan Lamaknen. Setelah peninjauan disepakati beberapa hal, yakni pertama pembagian air harus adil antara wilayah Indonesia dan Timor Leste,” ujar Mohammad K. Koba.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Belu akan segera menyampaikan data terbaru terkait luas lahan sawah yang membutuhkan suplai air dari bendungan tersebut.
“Nanti Bupati Belu bersama Tim Teknis Kabupaten akan menyampaikan data terbaru terkait luas sawah yang membutuhkan air dari bendungan ini agar pembangunannya sesuai dan menguntungkan semua pihak,” jelasnya.
Menurutnya, pembahasan lanjutan terkait perjanjian pembangunan bendungan akan difasilitasi oleh KBRI di Dili.
“Ke depan nanti akan dibahas beberapa perjanjian terkait pembangunan bendungan ini dan akan difasilitasi dari KBRI Dili. Terkait data, Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kabupaten Belu secepatnya akan mengirimkan data karena proses pembangunan juga ada deadlinenya,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Belu Willybrodus Lay, SH menyampaikan bahwa terdapat sekitar 1.000 hektare lahan pertanian di sekitar Dilumil yang diharapkan dapat terairi setelah pembangunan Bendungan Maliana II selesai.
“Untuk lahan pertanian di sekitar Dilumil ada 1.000 hektar. Saya menyuarakan suara masyarakat agar 1.000 hektar ini dapat diairi setelah nanti selesai pembangunan Bendungan Maliana II,” ungkap Bupati Willy Lay.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenko Polhukam atas fasilitasi pertemuan tersebut.
“Terima kasih kepada Kemenkopolhukam yang sudah memfasilitasi pertemuan ini dan tadi sudah disepakati oleh Pemerintah Timor Leste agar kita mengajukan data-data secepatnya,” katanya.
Menurut Bupati Willy Lay, dampak pembangunan bendungan ini akan dirasakan oleh dua kecamatan, yakni Kecamatan Lamaknen dan Kecamatan Raihat. Ia juga berpesan kepada masyarakat bahwa pemerintah selalu mendengar aspirasi warga.
“Pemerintah tidak pernah tidak mendengar aspirasi masyarakat. Contohnya hari ini, karena aspirasi masyarakat maka dari Kemenkopolhukam dan kementerian/lembaga terkait hadir di sini untuk mendiskusikan hal ini,” tegasnya.
Site visit tersebut dihadiri rombongan Pemerintah Pusat, antara lain Ambasador Mohammad K. Koba selaku Dirjen Kemenkopolkam, Nur Rokhmah Hidayah (Asisten Deputi Kemenkopolkam), Kolonel Inf. Agus Widianto (Kasubdit Wilrat Kemhan RI), Kolonel Inf. Jimmy R. Pahlevi (Kabidwiltah Kemenkopolkam RI), Letkol Inf. Rangga Bayu W (Pabandya B-31 Bais TNI), Dian Puspitasari (Staf Dit HPK Kemlu RI), Edi Wirawan dan Tri Hadi W. Sitanggang (Surveior Pemetaan Badan Informasi Geospasial/BIG), Rizky M. Ramdan (Analis Kebijakan Polkam DP3 Kemenkopolkam RI), Letkol P. Aminanto (Kabidwilrat DP3 Kemenkopolkam/Pabandya 2 Wilrat Mabes TNI), serta perwakilan BNPB.
Dari Pemerintah Kabupaten Belu hadir Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, Vincent K. Laka (Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan), Fredrikus L. Bere Mau, ST (Kepala BP4D), Apolonaris M. Susar, S
Sos (Kaban Kesbangpol), Mewakili Dandim 1605 oleh Danramil Weluli, Lettu Inf Cristavao Soares BOSSA, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 AY Kostrad, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han, Dansub Satgas IV Citarum Bais TNI (Mayor Mar Mikael Wilnata, Wadantim Intel Korem 161/Wira Sakti, Kapten Inf Nelson Baitanu, Staf KBRI Indonesia Untuk Timor-Leste, Banga Malewa), Kepala Administrator PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, S. STP, Kapolsek Lamaknen, Ipda Remi, Camat Lamaknen, Camat Raihat.
Rombongan RDTL, diantaranya Martinho Laurentino Soares (Director General Agriculture Republik Demokratik Timor-Leste) didampingi Euclides Belo (Komandante Unidade Patrullamentu Fronteira/UPF PNTL, Superintendente Polisi). Hadir juga Anggota DPRD NTT, Benny Chandradinata.(Rony)

