Friday, February 13, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Mendikdasmen Pastikan 100% Sekolah Terdampak Bencana di Sumatra Kembali Terlaksana

JAKARTA, The East Indonesia — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa seluruh sekolah yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat telah berhasil melaksanakan kembali kegiatan pembelajaran. Pencapaian ini menjadi fondasi penting dalam upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra.

Dalam rapat koordinasi yang dilakukan di Kementerian Dalam Negeri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu lalu, Menteri Mu’ti memaparkan data lengkap mengenai tingkat kerusakan sarana dan prasarana pendidikan. Tercatat total sebanyak 4.863 sekolah terdampak di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat; dengan rincian 3.409 sekolah rusak ringan, 925 rusak sedang, 437 rusak berat, dan 92 sekolah direlokasi. Khusus di Provinsi Aceh, terdapat 3.073 sekolah terdampak, disusul oleh Sumatra Utara dengan 1.168 sekolah, dan Sumatra Barat sebanyak 622 sekolah. Penilaian tingkat kerusakan difokuskan pada pemulihan ruang-ruang esensial yang menjadi dasar dari proses pembelajaran di setiap wilayah.

“Penghitungan kerusakan didasarkan pada kerusakan ruang esensial seperti ruang kelas, perpustakaan, ruang administrasi, dan ruang kepala sekolah,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa penilaian kerusakan sekolah terus dilakukan melalui rekonsiliasi data dengan Dinas Pendidikan di tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi. Sebagai solusi atas kerusakan sarana dan prasarana pendidikan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil langkah cepat guna memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi. Meski banyak infrastruktur mengalami kerusakan berat, Menteri Mu’ti memastikan bahwa per tanggal 11 Februari 2026, progres pemulihan pelaksanaan pembelajaran telah menyentuh angka 100 persen.

Di Aceh, 3.001 sekolah telah kembali ke sekolah asal, sementara 52 sekolah belajar di tenda/kelas darurat dan 20 sekolah menumpang di sekolah lain sementara. Di Sumatra Utara, 1.142 sekolah kembali ke sekolah asal dan 26 lainnya masih menggunakan tenda/kelas darurat. Sedangkan, di Sumatra Barat, 599 sekolah sudah kembali ke sekolah asal, dengan 21 di tenda/kelas darurat dan 2 sekolah lainnya menumpang.

“Total untuk pembelajaran sudah 100%. Per tanggal 26 Januari lalu, terdapat 129 sekolah yang belajar di tenda/ruang kelas darurat, namun saat ini tersisa 99 sekolah karena proses pembersihan sudah selesai. Begitu juga dengan sekolah yang menumpang, per tanggal 26 Januari, terdapat 27 sekolah, saat ini tersisa 22 sekolah,” ungkapnya.

Langkah super cepat ini mendapat perhatian dari Sekretaris Kabinet, Teddy Indrawijaya. Ia menilai sinergi antara kementerian, TNI/Polri, relawan, dan warga telah menghasilkan hasil konkret dalam waktu dua bulan pascabencana.

“Data, fakta, dan realita ini menunjukkan hasil super cepat dan kerja konkret. Buktinya tentu yang sebagaimana sudah dijelaskan Mendikdasmen, di mana pelaksanaan pembelajaran mencapai 100%,” ujarnya.

Menteri Dalam Negeri, sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatra,Tito Karnavian, juga menambahkan bahwa Kemendikdasmen telah mengidentifikasi tingkat kerusakan dengan tepat.

“Mendikdasmen sudah paham mana yang rusak berat, sedang, maupun ringan. Beliau berikan bantuan melalui satgas untuk pembersihan bersama TNI/Polri, dan setelah itu pembangunan sekolah dilakukan. Mendikdasmen memiliki timeline pasti atas apa yang akan dikerjakan,” pungkasnya.(*)

Popular Articles