Tuesday, February 17, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

BPBD Belu Gerak Cepat Bantu Evakuasi Korban Longsor di Lakmaras dan Salurkan Bantuan Darurat

ATAMBUA, The East Indonesia – Hujan deras yang mengguyur diduga menjadi pemicu Bencana tanah longsor dan pergerakan tanah melanda Dusun Mebupor, Desa Lakmaras, Kecamatan Lamaknen Selatan pada Senin pagi (16/02/2025) sekitar pukul 08.00 WITA.

Kejadian ini mengakibatkan kerusakan parah pada pemukiman warga serta menyebabkan jalanan patah dan tanah retak di berbagai titik.

Rumah-rumah warga yang telah ditempati selama kurang lebih 20 tahun tersebut mengalami retak hebat pada dinding dan lantai, bahkan beberapa bagian bangunan dilaporkan ambruk akibat pergerakan tanah yang terus berlangsung.

Sebanyak 7 Kepala Keluarga (KK) dengan total 35 jiwa di Dusun Mebupor terdampak langsung akibat bencana tanah longsor dan pergerakan tanah tersebut.

Berikut adalah daftar keluarga yang terdampak diantaranya Urbanus Lae, Vitalis Berek Leto, Markus Mali Seo, Jemianus Laku Mau, Markus Mali Kabu, Hilarius Mau dan Emanuel Mau.

Merespons situasi darurat tersebut, di bawah komando taktis Kepala Pelaksana BPBD Belu, Ibu dokter Maria Ansilla F. Eka Mutty, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu langsung bergerak ke lokasi untuk memberikan bantuan logistik dan melakukan kaji cepat.

Kepala Pelaksana BPBD Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah evakuasi mandiri dan keselamatan jiwa.

“Sinergi antara Pemerintah Kabupaten, Kecamatan Lamaknen Selatan dan Desa Lakmaras hari ini difokuskan pada evakuasi 35 jiwa ke rumah kerabat terdekat. Struktur tanah di lokasi lama sudah tidak memungkinkan lagi untuk ditempati karena sangat berisiko,” ujarnya.

Dokter Ansilla Mutty menjelaskan bahwa langkah-langkah yang diambil terkait kejadian tersebut meliputi:

* Evakuasi Total: Seluruh korban diarahkan untuk mengungsi permanen ke rumah keluarga/tetangga karena lokasi asal dinilai zona merah (bahaya).

* Penyaluran Bantuan: BPBD Belu telah menyalurkan bantuan tanggap darurat untuk kebutuhan mendesak para pengungsi.

* Koordinasi OPD Teknis: Pemerintah desa dan kecamatan terus berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait perbaikan akses jalan yang patah.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Karenanya kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah Kabupaten Belu,” pungkas Kalak BPBD Belu. (Ronny)

Popular Articles