Saturday, February 21, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Dorong Deteksi Dini Penyakit, Buleleng Intensifkan Cek Kesehatan Gratis di Desa

SINGARAJA, The East Indonesia – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kesehatan memperluas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga ke desa-desa dengan menggelar gebyar layanan langsung di tahun 2026. Perluasan ini dilakukan untuk mempercepat capaian target partisipasi masyarakat sebesar 46 persen hingga akhir tahun, sebagaimana ditetapkan Bupati Buleleng.

Sebelumnya, layanan CKG telah dilaksanakan di puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu. Dengan pola jemput bola, tenaga kesehatan kini akan turun langsung ke desa agar akses layanan semakin mudah dijangkau masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng dr. Sucipto menyampaikan program yang telah berjalan selama dua bulan tersebut menunjukkan progres positif. Meski demikian, percepatan tetap diperlukan guna memastikan target partisipasi dapat tercapai.

“Di tahun ini kita ditargetkan 46 persen. Karena itu kita lakukan gebyar-gebyar di desa agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan,” ujarnya saat ditemui, Jumat (20/2).

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan kesehatan gratis diberikan kepada seluruh kelompok usia, mulai dari balita hingga lanjut usia. Layanan meliputi deteksi dini hipertensi, risiko stroke, gangguan mobilitas dan penurunan kebugaran pada lansia, hingga skrining penyakit bawaan seperti gangguan tiroid pada anak.

Selain pelayanan medis, pendekatan lintas sektor turut diperkuat dengan melibatkan tokoh masyarakat dan aparat desa. Sosialisasi digencarkan untuk meningkatkan kesadaran warga agar tidak menunggu sakit sebelum memeriksakan kondisi kesehatannya.

Menurut Kadis Sucipto program ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Deteksi dini memungkinkan penanganan penyakit dilakukan lebih cepat dan tepat, sehingga berkontribusi pada peningkatan angka harapan hidup di Kabupaten Buleleng yang pada periode 2020–2025 tercatat berada pada kisaran 75,06 tahun.

“Semakin awal kita tahu kondisi kesehatan masyarakat, semakin baik penanganannya. Harapannya tentu umur harapan hidup bisa meningkat,” pungkasnya.(*)

Popular Articles