DENPASAR, The East Indonesia – Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr I.G.N.G. Ngoerah resmi berganti dari dr. Wayan Sudana, MKes ke Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadana.
Pergantian dilakukan melalui prosesi serah terima jabatan (sertijab) di rumah sakit setempat, Kamis (19/2/2026).
Sertijab tindak lanjut dari pelantikan yang telah dilakukan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Jakarta pada 10 Februari 2026.
Gusti Ngurah Sukadarma menggantikan I Wayan Sudana, yang memasuki masa purna bakti.
Dalam keterangannya, Gusti Ngurah Sukadarma menegaskan komitmen menjaga kesinambungan program dan inovasi yang telah dirintis pendahulunya.
“Apa yang sudah baik, prestasi dan inovasi yang dicapai Rumah Sakit Prof. Ngoerah di bawah kepemimpinan sebelumnya akan kita pertahankan, bahkan kita tingkatkan. Ini menjadi modal bagi seluruh hospitalia untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya di Bali,” kata Ngurah Sukadarma yang sebelumnya mengampu jabatan sebagai Direktur Layanan Operasional rumah sakit setempat.
Gusti Ngurah Sukadarma juga dikenal sebagai Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Bali.
Ia lahir 4 Juni 1969 di Mendoyo Dauh Tukad, Jembrana. Ia merampungkan pendidikan doktoral (S3) di Universitas Pendidikan Ganesha.
Gusti Ngurah Sukadarma juga menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun dan Bakti Karya Husada 20 Tahun dari pemerintah.
Medical Tourism
Ke depan, RS Prof Ngoerah menargetkan diri sebagai rumah sakit unggulan kawasan Asia Pasifik dengan penguatan layanan medical tourism sebagai salah satu pilar utama.
Sukadarma menjelaskan, terdapat tiga mandat strategis dari Kementerian Kesehatan antara lain :
Pelayanan unggul bertaraf Asia Pasifik Penguatan pendidikan dan riset kesehatan
Pengampuan KJSU (jejaring rujukan rumah sakit)
Sebagai rumah sakit vertikal, RS Prof Ngoerah juga memiliki tanggung jawab membina dan mengampu rumah sakit dalam jejaring rujukan di wilayahnya.
Manajemen baru telah mengidentifikasi sejumlah prioritas strategis melalui penyusunan master plan pengembangan rumah sakit.
Beberapa proyek yang dirancang antara lain:
Pembangunan gedung bedah sentral, gedung rawat inap reguler, pengembangan stroke center dan pembangunan gedung parkir terintegrasi.
Sukadarma menargetkan dokumen perencanaan (green book) rampung tahun ini sehingga pembangunan fisik dapat dimulai awal tahun depan.
Selain pembangunan infrastruktur, optimalisasi layanan unggulan juga menjadi fokus, meliputi:
Layanan wellness, Ngurah Orthopedic Center, dan Peningkatan kualitas layanan pasien JKN
“Langkah ini diharapkan memperkuat daya saing rumah sakit sekaligus memperluas akses pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Sukadarma menegaskan komitmen seluruh jajaran rumah sakit Ngoerah Denpasar untuk menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan profesional, humanis, dan berstandar internasional.
Dengan roadmap pengembangan yang jelas serta kepemimpinan baru, RS Prof Ngoerah optimis menjadi rumah sakit rujukan unggulan di kawasan Asia Pasifik. (*)


