Saturday, February 28, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Mendikdasmen dan Basarnas Tandatangani Nota Kesepahaman tentang Keselamatan Diri

JAKARTA, The East Indonesia — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, pada Kamis (26/2).

Pada kesempatan ini, hadir Ketua Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii; Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti; serta para pejabat dari kedua belah instansi. Harapannya, melalui MoU tersebut semakin kuat sinergi lintas intansi untuk membangun kesadaran keselamatan diri masyarakat Indonesia yang tangguh bencana.

Menteri Mu’ti menuturkan bahwa momentum ini sejalan dengan keinginan Kemendikdasmen untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan diri kepada para murid dan guru di berbagai satuan pendidikan.

“Kita bisa bekerja sama menjadikan Search and Rescue (SAR) sebagai salah satu ekstrakurikuler di sekolah”, tuturnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa sinergi ini penting mengingat Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa namun berisiko tinggi terhadap bencana.

Ia menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dalam hal potensi bencana, termasuk megathrust yang diperkirakan akan terjadi dalam kurun waktu 100 tahun ke depan.

Ia juga menambahkan, bahwa berdasarkan amanah undang-undang, masyarakat tidak terdampak yang berada di sekitar lokasi bencana memiliki kewajiban untuk melakukan tindakan awal sembari menunggu petugas. Oleh karena itu, ia mendorong adanya pelatihan di level Pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui alat permainan edukatif (APE) yang selaras dengan ajaran dasar bahwa keselamatan adalah sesuatu yang mendasar.

“Sehingga ke depannya mulai dari pelatihan-pelatihan di level PAUD bisa kita sinergikan mainan-mainan dengan minimal pemahaman bahwa keselamatan itu menjadi sesuatu yang mendasar,” tambahnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Menteri Mu’ti mengatakan bahwa program kementerian memiliki kesamaan visi dengan Basarnas. Fokus utama Kemendikdasmen adalah mendidik anak-anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya di berbagai bidang, tidak terkecuali kemampuan Search and Rescue (SAR) yang sangat diperlukan untuk disinkronkan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

“Kemampuan ini juga bisa disinkronkan dengan program Pramuka yang sekarang menjadi ekstrakurikuler wajib di semua sekolah. Sangat penting bagi anak-anak kita untuk memiliki keahlian menyelamatkan diri, baik saat terjadi banjir, kebakaran, maupun musibah lainnya. Paling tidak, mereka memahami dasar-dasarnya,” ujarnya.

Menteri Mu’ti berharap agar pertemuan ini menjadi awal untuk bersinergi menyelamatkan masyarakat yang memerlukan pertolongan. Kerja sama ini juga menjadi upaya dalam mengembangkan kemampuan anak-anak Indonesia agar dapat menjadi tim relawan Basarnas yang tangguh di masa depan.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menambahkan bahwa kementerian memiliki satuan pendidikan aman bencana (SPAB) yang bisa diselaraskan dengan Basarnas.

“Di kementerian, kita mempunyai Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Jadi, nanti program ini juga bisa kita bisa selaraskan,” ungkapnya.(*)

Popular Articles