Wednesday, March 4, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pianis Dodot Atmodjo Rilis Album Jazz Bertajuk The Story of White Piano

DENPASAR, The East Indonesia — Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini kini telah tersedia di Spotify dan berbagai platform musik streaming lainnya.

Dodot merupakan pianis kelahiran Malang yang telah lama menetap di Denpasar, Bali. Perpindahannya ke Bali pada awal dekade 1980-an bukan sekadar perubahan kota, melainkan titik yang membuat musik menjadi profesi serius. Sejak saat itu ia aktif sebagai pianis berbagai panggung hotel ternama di Bali dan menjalani karier panjang sebagai solo pianis.

Dalam rentang lebih dari empat dekade tersebut, Dodot tidak pernah menyebut dirinya seniman. Ia memilih istilah “pekerja seni” karena merasa tugasnya adalah melayani. “Mulai tahun 1983 sampai kemarin saya itu bukan seniman, tapi saya sebagai pekerja seni,” ujarnya.

Dodot memang terbiasa memainkan standar jazz, Top 40, hingga lagu-lagu permintaan tamu. Pola kerja itulah yang membuatnya dikenal sebagai entertainer andal, namun belum memiliki rekaman karya pribadi.

Lalu kesadaran untuk mendokumentasikan karya sendiri muncul belakangan. Dorongan datang dari lingkar terdekat yang mempertanyakan posisinya sebagai musisi tanpa diskografi. “Kalau disebut kamu seniman itu, kamu harus punya karya,” kata Dodot, mengingat ucapan yang kemudian mendorongnya masuk studio. Dari titik inilah The Story of White Piano mulai menemukan bentuknya.

Embrio proyek ini sebenarnya telah dirancang sejak 2020, sebelum pandemi. Rencana tersebut sempat tertunda karena berbagai situasi dan kesibukan masing-masing personel. Setelah waktu yang tepat ditemukan, Dodot merealisasikannya bersama Helmy Agustrian pada double bass dan Wisnu Priambodo pada drum. Produksi digarap bersama Anom Darsana di Antida Music Productions.

Secara musikal, album ini secara tegas berada dalam koridor jazz. Format klasik piano trio menjadi fondasi, sementara improvisasi menjadi ruh utama. Enam nomor yang dimuat terdiri dari tiga komposisi orisinal dan tiga standar jazz. Dalam prosesnya Dodot memang didorong oleh rekan satu tim untuk tidak sekadar merekam nomor jazz standar, melainkan menghadirkan materi baru sebagai penanda identitas.

Pendekatan yang dipilih pun cenderung organik dengan nuansa live recording di Antida Sound Garden. Setelah latihan singkat, mereka langsung merekam materi secara langsung dalam satu ruang, menangkap interaksi real time antar pemain.

Alih-alih membangun aransemen yang kaku, Dodot memberi ruang dialog terbuka di antara piano, double bass, dan drum sehingga dinamika lahir secara alami di tempat.

“Aku nggak pernah ngatur mereka. Kita coba-coba, langsung terjadi,” ujarnya, menegaskan bahwa energi spontan dan respons antarpemain menjadi inti dari proses live recording tersebut.

Dari sisi estetik album, The Story of White Piano berakar pada tradisi jazz modern yang membuka ruang improvisasi luas. Hal ini terasa dalam kebebasan ritmis dan eksplorasi harmoni yang Dodot lakukan. Meski demikian, ia secara sadar tidak memilih jalur bebop yang terlalu kompleks. Ia menempatkan album ini dalam spektrum tradisional jazz dengan pendekatan yang lebih komunikatif.

Pertimbangan tersebut lahir dari refleksinya terhadap perkembangan jazz yang kerap menjadi terlalu teknis. “Semakin rumit, semakin sulit, dia semakin enjoy. Tapi itu meninggalkan pendengarnya,” ujarnya. Karena itu, ia memilih menurunkan tensi permainan agar tetap dapat diikuti, tanpa kehilangan esensi improvisasi.

Dirilis secara independen di bawah naungan Antida Records, album ini dibangun dengan strategi kemurnian berkarya dan legacy sebagai peninggalan untuk generasi muda yang mendalami jazz hari ini. Bagi Dodot, kehadiran rekaman ini lebih penting sebagai penanda perjalanan panjangnya di dunia musik. “Ada yang dengar atau tidak, pokoknya kita berkarya,” katanya.

Di luar aktivitas rekaman, Dodot juga aktif membangun ekosistem jazz di Bali. Ia merupakan co-founder program The Pianist bersama Anom Darsana, sebuah forum pertunjukan dan apresiasi piano yang digelar setiap dua bulan sekali di Antida Sound Garden, Denpasar. Program ini menjadi ruang berbagi dan regenerasi bagi pianis muda serta komunitas jazz di Bali.

Dengan The Story of White Piano , Dodot Atmodjo menandai babak baru dalam lanskap jazz di Bali. Dari seorang “pekerja seni” yang puluhan tahun memainkan lagu orang lain, kini hadir sebagai musisi jazz dengan karya yang terdokumentasi dan dapat diakses publik luas.(red)

Popular Articles