SINGARAJA, The East Indonesia – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus mendorong penguatan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar pembangunan daerah. Setelah beberapa waktu lalu mencoba membudidayakan bandeng akhirnya ikan dapat dipanen perdana oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada di Keramba Jaring Apung (KJA) laut Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Rabu (4/3).
Panen perdana ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan pangan dari sektor perikanan di Buleleng. Selama ini, Buleleng dikenal sebagai salah satu daerah penghasil nener (benih bandeng). Namun kini, melalui dukungan teknologi budidaya dan sinergi lintas pemerintah, para pembudidaya mampu meningkatkan produksi hingga tahap pembesaran dan panen bandeng siap konsumsi.
Ditemui usai melaksanakan panen perdana, Wabup Supriatna menyampaikan apresiasi atas kerja keras para pembudidaya serta dukungan Pemerintah Provinsi Bali. Ia menilai keberhasilan panen ini menjadi indikator kemajuan budidaya perikanan di daerah.
“Ini adalah salah satu kemajuan budidaya bandeng di Buleleng. Yang sebelumnya kita hanya dikenal lewat budidaya nener, sekarang sudah bisa membudidayakan dan memanen bandeng. Tentu ini menjadi kemajuan bagi pelaku usaha budidaya perikanan,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran aktif Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali serta Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng dalam memberikan pendampingan dan dukungan teknis kepada para pembudidaya.
“Dari sisi peningkatan pendapatan, kita harapkan para nelayan, khususnya pembudidaya nener yang kini berkembang ke budidaya bandeng, pendapatannya semakin membaik. Kami juga berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali terus berlanjut,” tambah Supriatna.
Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa panen bandeng perdana ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan nilai tambah sektor perikanan. “Panen bandeng di laut Sumberkima ini menjadi bukti bahwa potensi kelautan Buleleng sangat besar dan harus dikelola secara optimal dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menyebut panen perdana ini sebagai sejarah baru bagi budidaya laut di Bali, khususnya di Buleleng.
“Hari ini merupakan sejarah baru tentang panen bandeng di keramba jaring apung di laut. Setelah saya lihat, ini salah satu yang berhasil panen dengan sistem seperti ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan ini selaras dengan program penguatan hilirisasi perikanan, di mana rantai produksi dari hulu hingga hilir telah berjalan di Buleleng. Mulai dari penyediaan induk, telur, pendederan, hingga pembesaran bandeng seluruhnya tersedia di daerah ini.
“Hulu dan hilir sudah berjalan di Provinsi Bali, khususnya di Buleleng. Ini menjadi kekuatan kita dalam memperkuat sektor perikanan,” tutup Wayan Sunada.
Panen perdana ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir serta semakin memperkuat posisi Buleleng sebagai sentra perikanan budidaya unggulan di Bali.(Wis)


