Saturday, March 7, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Jalan Sabuk Merah Perbatasan di Duarato -Belu Nyaris Lumpuh, Warga Harus Gotong Motor Hingga PJN Wilayah 2 NTT Didesak Turun Tangan

ATAMBUA, The East Indonesia – Akses transportasi di jalur strategis Nasional Sabuk Merah Perbatasan RI-RDTL, tepatnya di Desa Duarato, Kecamatan Lamaknen menuju Lamaknen Selatan Kabupaten Belu kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Akibat curah hujan tinggi selama beberapa bulan terakhir, badan jalan nasional tersebut mengalami longsor parah hingga nyaris putus total.

Hingga, Jumat, 6 Maret 2026, kerusakan sepanjang belasan meter ini membuat kendaraan roda empat hampir tidak bisa melintas.

Kondisi aspal yang patah dengan perbedaan tinggi yang sangat kontras menciptakan rintangan berbahaya bagi siapa pun yang nekat melintas.

Situasi lebih ekstrem dialami pengendara roda dua. Akibat material longsor berupa lumpur tebal yang licin dan patahan jalan yang tinggi, warga terpaksa harus bergotong-royong menggotong sepeda motor mereka agar bisa menyeberang.

Sangat disayangkan, meski kerusakan ini merupakan jalur vital penghubung antar kecamatan di wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, hingga saat ini belum ada penanganan serius dari Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah NTT. Padahal, ruas jalan Sabuk Merah Sektor Timur ini berada di bawah tanggung jawab Satuan Kerja PJN Wilayah 2 NTT.

Masyarakat berharap pemerintah pusat segera turun tangan melakukan perbaikan darurat. Jika terus dibiarkan tanpa penanganan, Desa Duarato dan sekitarnya terancam terisolasi total, yang tentunya akan melumpuhkan urat nadi perekonomian warga di beranda terdepan NKRI ini. (Ronny)

Popular Articles