BATUGADE, The East Indonesia – Langkah memperkuat koordinasi di wilayah perbatasan RI-RDTL terus digalakkan. Wakil Komandan Batalyon (WaDanyon) A Pelopor Brimob Belu yang baru, AKP Raimundo De Jesus, S.H melakukan kunjungan silaturahmi perdana ke markas Unit Patroli Perbatasan (UPF) Timor Leste di Pos Terpadu Batugade, Senin, 9 Maret 2026.
Langkah proaktif ini diambil AKP Raimundo tepat pada hari ketiga dirinya menjabat sebagai Wadanyon A Pelopor Brimob Belu.
Pantauan langsung awak media ini, Kedatangan AKP Raimundo disambut langsung oleh Komandan UPF, Superintendente Policia, Euclides Belo, Lic.Dir.MH.
Pertemuan ini menjadi ajang perkenalan diri bagi AKP Raimundo sebagai pejabat baru, sekaligus komitmen untuk mempererat koordinasi lapangan antara jajaran Brimob dan pemerintah di wilayah perbatasan.
Momentum strategis ini juga dihadiri oleh Wakil Muda Menteri Dalam Negeri Urusan Perlindungan Sipil dan Bencana Timor Leste, Dominggus Mariano Reis, serta Agen Konsulat Timor Leste di Atambua, Bonifacio Fatima Martins Belo.
Kehadiran para pejabat tinggi ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menjaga stabilitas dan keamanan di gerbang utama kedua negara.
Dalam kunjungan tersebut, AKP Raimundo didampingi oleh jajaran perwira Batalyon A Pelopor, di antaranya Danki 1 AKP Inacio Ximenes, S.H., Pasi Ops AKP Moces, Pasi Yanma Iptu Valadares, Danton 1 Ipda Mateos Kire, serta Kanit Intel Aipda Aditoa, S.IP.
Pos Perbatasan Terpadu Batugade sendiri merupakan titik krusial yang menghubungkan Timor Leste dengan Indonesia melalui Mota’ain.
Dengan fasilitas Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina (CIQ) yang modern, sinergitas antara aparat keamanan seperti Brimob dan UPF menjadi kunci utama kelancaran aktivitas di beranda terdepan kedua negara tersebut.
Wakil Komandan Batalyon (WaDanyon) A Pelopor Brimob Belu, AKP Raimundo De Jesus, S.H dalam sempat wawancara dengan awak media ini menegaskan bahwa komunikasi lintas batas adalah prioritas utama untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah penyangga.
“Tujuannya jelas, untuk mempererat hubungan antara kedua negara, terutama di wilayah perbatasan. Biar kalau ada apa-apa, kita punya komunikasi yang enak dan lancar demi bersama-sama menjaga keamanan di kedua sisi perbatasan ini,” ujar Sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Wadanyon C di wilayah Sumba.
Meski terhitung baru seumur jagung bertugas di Belu, AKP Raimundo langsung tancap gas. Pasca penyambutan resmi pada Jumat lalu dan rangkaian kegiatan internal di akhir pekan, ia memilih hari Senin sebagai momentum untuk membangun jembatan diplomasi dengan rekan sejawat di Timor Leste.
“Saya baru tiga hari di sini. Tiba hari Jumat saat acara penerimaan, Sabtu ada kegiatan internal, lalu Minggu, dan hari Senin ini langsung kita agendakan kunjungan ke Pimpinan Daerah Belu, Bea Cukai Atambua, Imigrasi Atambua, Kapolres Belu, PLBN Motaain dan bertemu Komandan UPF, Superintendente Policia Euclides Belo di Pos Batugede,” tambahnya.
Kunjungan di Batugede Negara Timor Leste ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lapangan antara Brimob Polri dan UPF Timor Leste, guna mengantisipasi berbagai potensi kerawanan di wilayah perbatasan melalui pendekatan persuasif dan kekeluargaan. (Ronny)


