ATAMBUA, The East Indonesia – Pemerintah Kabupaten Belu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus bergerak cepat merespons bencana tanah longsor yang menerjang sejumlah titik di wilayah Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan.
Di tengah cuaca mendung dan guyuran hujan yang masih turun, Kepala Pelaksana BPBD Belu, drg. Maria Ansilla Eka Mutty, yang terus dengan semangatnya memberikan pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Belu, memimpin langsung pendistribusian bantuan ke tiga lokasi terdampak parah pada Rabu (11/03/2026).
“Hari ini kami mengantar bantuan untuk tiga titik utama, yaitu satu korban tanah longsor di Lakmaras, satu korban jalan longsor di Duarato (Kecamatan Lamaknen Selatan), dan satu korban di Kewar (Kecamatan Lamaknen),” ujar Dokter Ansilla.
Kondisi ketiga rumah warga tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat pergeseran tanah yang dipicu intensitas hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Sebagai langkah penanganan awal, BPBD menyerahkan paket bantuan logistik berupa:
Bahan Bangunan: Seng untuk perbaikan atap.
Logistik Pangan: Beras dan makanan yang siap saji.
Perlengkapan Tidur: Selimut.
Sanitasi & Darurat: Ember serta terpal.
Penyaluran ini diharapkan dapat meringankan beban para korban yang rumahnya kini tidak lagi layak huni secara utuh.
“Kehadiran kami tim BPBD diharapkan dapat meringankan beban para korban yang kini tengah berupaya memulihkan kondisi tempat tinggal mereka,” pungkas Ansilla Mutty.
Kepala BPBD Belu , drg. Ansilla Mutty juga terus mengimbau warga di kawasan rawan longsor untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif di wilayah Kabupaten Belu.(Rony)


