DENPASAR, The East Indonesia – Ketersediaan beras dan minyak goreng untuk masyarakat di Bali dipastikan dalam kondisi aman dan terjaga, khususnya menjelang dua hari besar keagamaan yakni hari raya nyepi dan IdulFitri. Saat ini, jumlah stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 15 ribu ton.
“Posisi stok kami saat ini sekitar 15 ribu ton. Dengan asumsi kebutuhan sekitar 6 ribu ton per bulan, maka ketahanan stok kita kurang lebih 2,5 sampai 3 bulan,” kata pimpinan bulog wilayah Bali Muhammad Anwar, saat ditemui di Denpasar Selasa, 10/3/2026
Anwar menjelaskan, selain menjaga ketersediaan stok, Bulog juga terus melakukan penyerapan hasil produksi petani di Bali. “Rata-rata setiap hari Bulog menyerap beras setara sekitar 60 ton, atau sekitar 1.800 ton per bulan,” jelasnya
Menurutnya, penyerapan tersebut diharapkan dapat memperkuat cadangan beras pemerintah sekaligus mendukung produksi beras dari petani lokal.
Di sisi lain, lanjut Anwar, Bulog juga menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga harga beras di pasaran tetap terkendali. Rata-rata kebutuhan beras untuk program SPHP di Bali mencapai sekitar 1.000 ton per bulan.
Harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram. Namun di pasaran, sebagian pedagang menjualnya sekitar Rp12.000 per kilogram atau sekitar Rp60.000 per kemasan 5 kilogram.
Program SPHP, lanjutnya, menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan beras dengan harga lebih terjangkau. “Ini menjadi instrumen pemerintah untuk memberikan pilihan kepada masyarakat agar bisa mendapatkan beras dengan harga yang lebih murah,” katanya.
Untuk memastikan stabilitas harga pangan, Bulog bersama Satgas Pangan, kepolisian, serta sejumlah dinas terkait seperti Dinas Perdagangan, Dinas Perizinan, dan Dinas Ketahanan Pangan rutin melakukan inspeksi ke pasar-pasar tradisional.
Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga komoditas pangan di Bali masih stabil. Meski demikian, sempat terjadi kenaikan harga pada komoditas cabai rawit yang terjadi disejumlah daerah di Indonesia. Selain beras, Bulog juga mendistribusikan minyak goreng rakyat yang diprioritaskan penjualannya di pasar tradisional.
Masyarakat dapat memperoleh beras SPHP melalui berbagai saluran distribusi, seperti pasar rakyat, Gerakan Pangan Murah yang digelar pemerintah daerah, serta jaringan distribusi Bulog lainnya.
Bulog mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan karena stok beras di Bali dipastikan dalam kondisi aman.”Kami harap masyarakat tidak panik. Stok beras di Bali aman dan cukup,” katanya.(red)

