SINGARAJA, The East Indonesia – Proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Buleleng 2026 terus berlanjut. Hingga tahap tes kesamaptaan jasmani yang digelar di Lapangan Indoor GOR Bhuana Patra, jumlah peserta kini tersisa 117 orang dari total 249 pendaftar awal.
Koordinator seleksi Paskibraka Buleleng, Gede Kurniawan, mengatakan jumlah peserta yang mengikuti seleksi tahun ini relatif tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. “Untuk jumlah peserta seleksi, komposisinya hampir sama dengan tahun 2025 kemarin,” kata Kurniawan saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara bertahap dengan sistem gugur sejak awal. Tahapan dimulai dari seleksi administrasi, kemudian dilanjutkan tes inteligensi umum dan tes wawasan kebangsaan. Setelah itu, peserta mengikuti tes kesehatan, parade, serta Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
“Setelah disaring melalui beberapa tahapan, hari ini kita melaksanakan tes kesamaptaan jasmani,” ujarnya.
Dari 249 calon peserta yang mendaftar pada tahap awal, jumlah peserta terus berkurang setelah melalui setiap tahapan seleksi. Saat ini, tersisa 117 peserta yang masih bertahan dan berhak mengikuti tahapan berikutnya.
Tahap selanjutnya adalah seleksi wawancara yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis. Setelah tahapan tersebut, panitia akan melakukan perankingan untuk menentukan peserta yang akan ditetapkan sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Buleleng 2026.
Gede menuturkan, panitia telah melakukan persiapan sejak jauh hari sebelum pelaksanaan seleksi. Panitia juga melibatkan berbagai instansi dalam tim seleksi.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan tim seleksi sebelum tahapan kegiatan dimulai. Sejauh ini pelaksanaan seleksi berjalan lancar,” ujarnya.
Ia berharap para peserta yang nantinya terpilih dapat melanjutkan ke tahapan seleksi di tingkat yang lebih tinggi. Pemerintah Kabupaten Buleleng berencana mengirimkan lima pasang perwakilan, terdiri dari lima putra dan lima putri, untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Bali.
“Kalau bisa lolos di tingkat provinsi, mudah-mudahan ada yang tembus sampai tingkat nasional. Itu tentu menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Buleleng,” tandas Kurniawan.(Wis)

