BULELENG, The East Indonesia – Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, secara resmi mengukuhkan ribuan pengurus partai dari tingkat anak cabang, ranting hingga anak ranting periode 2025–2030 se-Kabupaten Buleleng. Pengukuhan berlangsung dalam kegiatan konsolidasi partai di GOR Bhuwana Patra, Singaraja, Minggu (15/3).
Sebanyak 4.592 pengurus partai hingga tingkat dusun telah dilantik dan siap bertugas untuk masyarakat Buleleng Bali.
Acara ini juga dihadiri anggota DPRD Provinsi Bali dari daerah pemilihan Buleleng, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng, anggota DPRD Kabupaten Buleleng Fraksi PDIP, serta para perbekel dan bendesa adat se-Kabupaten Buleleng.
Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng, Gede Supriatna, menjelaskan bahwa pengukuhan ini merupakan rangkaian akhir dari proses pembentukan struktur partai yang telah dimulai sejak awal tahun 2026.
Tahapan konsolidasi diawali dengan Musyawarah Anak Cabang pada 4 Januari 2026, dilanjutkan Musyawarah Ranting dan Anak Ranting pada 24 Januari 2026.
“Kami ingin melaporkan kepada seluruh undangan bahwa struktur PDIP kini telah terbentuk hingga tingkat anak ranting di setiap banjar,” ujarnya.
Ia menyebutkan, di Kabupaten Buleleng terdapat 148 desa dan kelurahan serta sekitar 550 banjar. Seluruh wilayah tersebut kini telah memiliki struktur kepengurusan partai.
“Dengan terbentuknya kepengurusan hingga tingkat banjar, koordinasi partai di tengah masyarakat diharapkan semakin kuat. Kami yakin PDI Perjuangan Buleleng akan tetap solid dan berpihak kepada masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, mengapresiasi soliditas kader PDIP di Bali, khususnya di Buleleng. Menurutnya, struktur partai di Buleleng dikenal kompak, guyub, dan diisi kader-kader berkualitas.
“Ini merupakan suatu kepercayaan partai yang harus dimaknai dengan sungguh-sungguh. Kader harus bangga menjadi pengurus dan pemimpin partai sehingga bisa memberikan manfaat bagi bangsa,” tegasnya.
Koster juga meminta para kader untuk aktif bekerja di wilayah masing-masing serta terus hadir di tengah masyarakat.
“Kader partai harus menjadi penyalur aspirasi rakyat dan motor penggerak pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Secara keseluruhan, PDI Perjuangan kini telah memiliki struktur organisasi yang lengkap hingga tingkat dusun di Bali. Khusus di Kabupaten Buleleng, jumlah kepengurusan dari DPC, PAC, ranting hingga anak ranting mencapai 4.592.
Meski optimistis menghadapi agenda politik ke depan, termasuk Pemilu 2029, Koster menegaskan bahwa kader partai tidak boleh hanya berfokus pada pemilu.
Ia mengingatkan pentingnya memahami AD/ART partai, menjalankan ideologi partai, melakukan kaderisasi dan pendidikan politik, serta memperkuat keberpihakan kepada masyarakat kecil.
“Kader PDIP harus naik kelas dan mampu menunjukkan profesionalisme dalam membangun daerah,” pungkas Koster.(*)


