Tuesday, March 17, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Perkuat Sinergitas di Perbatasan, Wadanyon A Pelopor Sambangi Konsulat Timor Leste dan Pimpinan BUMN di Belu

ATAMBUA, The East Indonesia – Dalam rangka memperkuat jalinan silaturahmi dan menjaga kondusivitas di wilayah perbatasan RI-RDTL, Wakil Komandan Batalyon (WaDanyon) A Pelopor Brimob Atambua yang baru, AKP Raimundo De Jesus, S.H, kembali melaksanakan rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah instansi strategis di Kota Atambua, Kabupaten Belu, pada Senin (16/03/2026).

Didampingi sejumlah Perwira Jajaran Utama (PJU) Batalyon A Pelopor, di antaranya Pasi Prov/Iptu Fransisco Carvalho, Pa.Urtu/Ipda Lino Soares Babo, S.IP, Juyar/Aiptu Harold Laudiun serta Kanit Intelmob BP,/Aipda Adrianus Toa; AKP Raimundo mengawali kunjungannya ke Kantor Agen Konsulat Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) di Jalan Eltari Gerbadez.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Agen Konsulat RDTL, Bapak Bonifacio Fatima Martins Belo, beserta jajaran staf diplomatik, termasuk Sekretaris 3 dan Atase Imigrasi serta Kesehatan.

Pertemuan yang berlangsung tersebut berjalan penuh kekeluargaan, dengan fokus pembicaraan pada penguatan koordinasi di wilayah perbatasan.

Tak berhenti di situ, Wadanyon A Pelopor Atambua melanjutkan agenda silaturahmi ke sektor perbankan dan dunia usaha.

Rombongan menyambangi Kantor Bank NTT Cabang Atambua dan diterima langsung oleh Pemimpin Cabang, Bapak Victor Aprilius Payong Beda, S.E., M.M.

Usai dari Bank NTT, kunjungan diteruskan ke Kantor PT Ciptalaku Lestari untuk bertemu dengan Bapak Suwandi, S.E.

AKP Raimundo De Jesus menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan langkah proaktif Polri dalam membangun sinergitas lintas sektoral.

“Fokus utama kami adalah penguatan sinergi, khususnya di wilayah Kabupaten Belu yang merupakan garda terdepan perbatasan negara. Kami berharap kolaborasi antara Polri, perwakilan negara tetangga, dan instansi BUMS dapat terus menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Wadanyon A Pelopor.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 13.20 WITA dengan situasi aman dan terkendali. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas keamanan dan hubungan baik antarinstansi di wilayah perbatasan NTT.(Rony)

Popular Articles