ATAMBUA, The East Indonesia – Meski berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4, tidak menyurutkan niat, Wakil Ketua 1 DPRD Belu, Januaria Awalde Berek untuk membenahi infrastruktur di wilayah perkotaan.
Anggota DPRD Kabupaten Belu yang akrab disapa Walde Berek ini turun langsung menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Belu untuk meninjau kondisi jalan rusak di sekitar kediamannya, tepatnya di Jalan Loro Lamaknen, Tini 1, RT 08/RW 02, Kelurahan Manuaman, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, pada Selasa, 17 Maret 2026.
Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kelurahan Manuaman, Kecamatan Atambua Selatan, kian memprihatinkan dan dalam kondisi rusak berat yang sangat membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Belu.
Sebagai akses vital, Wakil Ketua 1 DPRD Belu, Walde Berek turun langsung bersama tim teknis Dinas PUPR Belu untuk memastikan perencanaan perbaikan dapat segera dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan warga.
Ketua RT 08, Rofinus Oemanas, mengungkapkan bahwa jalan tersebut sudah sangat lama tidak mendapatkan sentuhan perbaikan. Menurutnya, pengaspalan atau perbaikan terakhir dilakukan sekitar tahun 2015 silam.
“Sudah hampir sepuluh tahun jalan ini dibiarkan. Terakhir kali diperbaiki itu sekitar tahun 2015,” ujar Rofinus saat ditemui awak media.
Pria yang akrab disapa Roy menegaskan bahwa urgensi perbaikan jalan ini sangat tinggi mengingat fungsinya sebagai urat nadi aktivitas masyarakat.
Jalan Loro Lamaknen, di RT 08/RW 02 ini merupakan akses terdekat dan utama bagi sekitar 3.000 siswa yang menempuh pendidikan di jenjang SD, SMP, hingga SMK di wilayah tersebut.
Tidak hanya bagi pelajar, setiap harinya puluhan ribu masyarakat melewati jalur ini untuk menuju gereja, pusat kegiatan ekonomi, maupun ke kawasan pemukiman padat penduduk dan Kantor Bupati Belu.
“Ini akses vital. Ribuan anak sekolah lewat sini setiap hari, begitu juga warga yang mau ke Gereja atau ke rumah. Kami sangat berharap Pemerintah Daerah segera turun tangan memperbaiki kondisi jalan ini demi kenyamanan dan keselamatan warga,” pungkasnya.
Ditambahkan, “Percuma bicara peningkatan SDM jika jalan menuju sekolah hancur. Pendidikan dan keterampilan butuh akses yang layak, bukan jalan rusak yang menghambat roda produktivitas,”
Ketua RT 08 mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang rusak parah tersebut kerap mengakibatkan para pengendara terjatuh khususnya yang terburu-buru pergi bekerja atau mengantar anak sekolah.
Sementara itu, Wakil Ketua 1 DPRD Belu, Januaria Awalde Berek mengatakan bahwa langkah peninjauan langsung bersama Dinas PUPR Belu ini merupakan wujud tanggung jawab moralnya sebagai wakil rakyat yang tinggal di wilayah tersebut. Baginya, kenyamanan warga dan keselamatan ribuan siswa yang melintas setiap hari adalah prioritas utama yang harus segera ditangani oleh pemerintah daerah melalui instansi terkait.
“Kehadiran pihak Dinas PUPR dalam peninjauan ini diharapkan dapat membuahkan solusi permanen, seperti pembangunan drainase yang lebih memadai dan pengerasan jalan yang lebih kuat. Ini akan kita perjuangkan di Sidang Paripurna untuk segera ditangani,” pungkasnya.
PLT Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belu, Ferdinand Hale Kin, ST yang ditemui di lokasi tersebut menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan penanganan darurat berupa penambalan menggunakan sirtu (pasir batu) setelah intensitas hujan menurun. Langkah ini diambil sebagai solusi sementara sambil menunggu ketersediaan anggaran untuk perbaikan permanen guna menjamin kualitas jalan yang lebih baik ke depannya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap usulan perbaikan jalan tersebut dapat diprioritaskan dalam anggaran pembangunan daerah dalam waktu dekat.(Rony)


