ATAMBUA, The East Indonesia – Aksi cepat tanggap ditunjukkan oleh Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–RDTL Sektor Timur, Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad.
Personel TNI ini bergerak cepat memberikan bantuan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di RT 10/RW 02 Fatubenao B, Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu.
Tepat sepekan setelah peristiwa tragis yang menghanguskan dua unit rumah pada Rabu malam (11/03), Pasi Intel Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 12 Sektor Timur, Kapten Arm. Putra Aditya Permana, memimpin langsung anggotanya turun ke lokasi kejadian pada Rabu (18/03/2026).
Di lokasi, personel Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad segera melakukan pengukuran lahan dan bangunan.
Langkah ini dilakukan sebagai persiapan awal untuk membangun kembali hunian yang ludes dilalap si jago merah agar para korban dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak.
Musibah kebakaran tersebut menyisakan duka mendalam bagi tiga perempuan tangguh yang selama ini bertahan hidup mandiri.
Mereka adalah Ibu Theodora Ili (89), seorang janda lansia; Ibu Segelinda Lika (50) yang menghidupi seorang anak sekolah menengah; serta Ibu Linda Habuk (45), seorang penyandang disabilitas.
Ketiganya, yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan ibu rumah tangga, kini harus kehilangan harta benda mereka dalam sekejap.
Kehadiran TNI di tengah kesulitan warga ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus komitmen Yonarmed 12 Kostrad dalam memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko S.H. M.Han saat dikonfirmasi awak media ini, menyatakan bahwa program perbaikan rumah tidak layak huni merupakan inisiatif Satgas yang berkolaborasi dengan masyarakat sebagai bentuk kemanunggalan TNI di wilayah Belu.
Dirinya menegaskan bahwa membantu warga yang terkena musibah menjadi prioritas utama mereka Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad.
“Program perbaikan rumah tidak layak huni merupakan program satgas yang berkolaborasi dengan masyarakat. Hal ini menjadi bentuk manunggalnya kami dengan masyarakat Belu. Berkaitan dengan hal tersebut, adanya saudara kita yang mengalami musibah ini, menjadi prioritas kami untuk membantu memperbaikinya. Insya Allah segera kami aksi, sekaligus bentuk negara ada bagi masyarakat Atambua, bismillah selepas lebaran Idhul Fitri kita mulai kerjakan,” pungkas Letkol Erlan Wijatmoko. (Ronny)


