Wednesday, March 18, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Reses ADPRD Fraksi Gerindra Isabel Pareira Maya Pinto, Warga Soroti Potret Buram Jalan di Tasifeto Timur dan Lasiolat

ATAMBUA, The East Indonesia – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belu dari Fraksi Partai Gerindra, Isabel Pareira Maya Pinto, resmi menggelar rangkaian Reses Perdana untuk masa persidangan tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung secara maraton selama empat hari, mulai Rabu (11/03/2026) hingga Sabtu (14/03/2026).

Dalam rangkaian reses ini, Isabel Pinto mengunjungi sejumlah desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tasifeto Timur dan Kecamatan Lasiolat.

Kehadiran srikandi Gerindra ini disambut antusias oleh warga yang ingin menyampaikan langsung berbagai keluhan serta aspirasi terkait pembangunan di wilayah mereka.

Dalam kunjungan tersebut, politisi Wanita yang akrab disapa Anoi Pinto ini menerima potret buram infrastruktur yang mengancam mobilitas ribuan warga di lima kecamatan sekaligus.

Ancaman Putus Total di Jalur Vital Wedomu
Perhatian utama tertuju pada ruas jalan raya penghubung Kota Atambua ke arah Utara Kabupaten Belu, tepatnya di lingkungan Tanah Merah, dekat lokasi Pasar Sabete Wedomu, Dusun Lamasi B, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur.

Kondisi jalan ini dilaporkan sangat kritis dan berpotensi putus total akibat pergerakan tanah yang terus terjadi. Padahal, ruas ini merupakan urat nadi transportasi yang menjangkau lima kecamatan:
Kecamatan Tasifeto Timur
Kecamatan Lasiolat
Kecamatan Raihat
Kecamatan Lamaknen
Kecamatan Lamaknen Selatan

Bagi sebagian besar warga Desa Manleten, jalur ini adalah satu-satunya akses menuju fasilitas publik krusial seperti Puskesmas, sekolah, kantor Polsek, kantor Camat, hingga gereja Paroki Wedomu. Terputusnya jalan ini dipastikan akan melumpuhkan aktivitas ekonomi dan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Masalah infrastruktur juga dikeluhkan oleh Masyarakat di Dusun Aitaman yang kondisi longsornya sudah sangat membahayakan.

Selain masalah di Kecamatan Tasifeto Timur, Isabel Pareira Maya Pinto juga menyerap aspirasi warga di Kecamatan Lasiolat.

Warga setempat mengeluhkan kondisi jalan masuk menuju Dusun Takarabat dan Dusun Aitemuk yang hingga kini belum mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah.

Akses yang buruk membuat warga kesulitan memasarkan hasil bumi dan menjalankan rutinitas harian.

Menanggapi rentetan keluhan tersebut, Isabel Pareira Maya Pinto menegaskan akan membawa persoalan ini ke meja pimpinan DPRD Belu dan mendesak Pemerintah melalui dinas terkait untuk segera melakukan intervensi darurat.

“Infrastruktur jalan adalah hak dasar masyarakat. Jika jalur Wedomu ini putus, maka lima kecamatan akan terisolasi. Ini harus menjadi prioritas utama,” tegas Anoi Pinto dalam pertemuannya dengan warga.

Kunjungan ini diakhiri pada Sabtu (14/3/2026) dengan komitmen pengawalan anggaran perbaikan infrastruktur jalan pada tahun anggaran berjalan maupun perencanaan mendatang demi kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan RI-RDTL.(Rony)

Popular Articles