Saturday, March 28, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Selain Jalan Putus, Longsor di Pasar Sabete Wedomu Hancurkan 3 Rumah Warga. Ini Harapan PJ Kades Manleten!

ATAMBUA, The East Indonesia – Ruas jalan provinsi yang terletak di lingkungan Tanah Merah, tepatnya di dekat Pasar Sabete Wedomu, Dusun Lamasi B, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, kini dalam kondisi memprihatinkan.

Akibat longsor yang terjadi, jalur vital yang menghubungkan beberapa kecamatan tersebut kini lumpuh total dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Saat ini, kendaraan terpaksa harus melalui jalur darurat yang berada di Samping Pasar Sabete – Wedomu.

Penjabat Kepala Desa Manleten, Elias Yunus Tes Mali, SH, kepada media ini, Jumat, 27 Maret 2026 menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah darurat dengan mengalihkan arus lalu lintas.

“Kondisinya sudah tidak bisa dilalui, sehingga jalan masuk menuju Pasar Sabete terpaksa kami alihkan,” ungkap pria yang akrab disapa Elias Mali.

Kondisi ini pun telah dilaporkan secara berjenjang. Elias menyebutkan bahwa Bupati Belu sudah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui komunikasi pesan singkat guna melaporkan urgensi penanganan jalan tersebut.

“Kami sangat mengharapkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi NTT. Jalur ini adalah akses utama penghubung antar-kecamatan. Jangan sampai akses ini putus total secara permanen karena dampaknya sangat besar bagi ekonomi warga,” pintanya.

Selain infrastruktur jalan, bencana tanah longsor ini juga mengancam keselamatan warga sekitar.

Setidaknya, tiga unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga tidak layak huni.

“Pada hari ini, pemilik rumah mulai melakukan pembongkaran mandiri untuk menghindari risiko lebih lanjut,” ujar PJ Kades Manleten.

Elias Mali juga menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Manleten telah melayangkan surat resmi kepada Bupati Belu dengan tembusan ke Dinas Perdagangan serta Dinas PUPR guna memohon relokasi bagi para korban.

“Kondisi tanah di lokasi masih sangat labil, dan kemungkinan jumlah rumah yang terdampak akan bertambah. Kami meminta pemerintah melalui Dinas PUPR agar memprioritaskan warga kami dalam program bantuan perumahan yang layak,” tutup Elias.(Rony)

Popular Articles