Sunday, March 29, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

PENA NTT Kecam AWK Fitnah Keji Terhadap Wartawan Kompas.Com

DENPASAR, The East Indonesia – Perhimpunan Jurnalis Nusa Tenggara Timur (PENA NTT) mengecam keras tindakan anggota DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna atau Arya Wedakarna yang tanpa hak, tanpa verifikasi mentransmisi informasi palsu dan merugikan wartawan Kompas.Com berinisial YS.

Ketua PENA NTT Apollonaris Klasa Daton mengatakan tindakan Arya Wedakarna yang tanpa hak mentransmisikan dan mendistribusikan informasi yang tidak akurat menyebabkan kerugian imateril terhadap korban YS yang merupakan anggota PENA NTT.

“Meskipun berdalih hanya memposting ulang postingan milik akun @kuatbaca, AWK sebagai pejabat publik seharusnya memiliki pengetahuan yang cukup untuk menilai dan memverifikasi informasi atau pemberitaan sebelum diposting di media sosial, “kata Agustinus Apollo Daton didampingi Ketua Penasehat PENA NTT Emanuel Dewata Odja serta pengurus PENA NTT di Sekretariat PENA NTT di Denpasar, Minggu (29/3/2026).

Selain memposting ulang tanpa verifikasi, PENA NTT juga mengecam tindakan AWK yang menambahkan narasi provokatif yang mengandung sentimen rasial yang menambahkan foto YS seakan-akan pelaku kejahatan seksual.

Narasi yang subjektif, provokatif dan sentimental tersebut pun memancing komentar yang berbau rasis negatif terhadap YS.

Akibatnya YS, wartawan Kompas.Com merasa kehormatan pribadinya diserang secara sepihak.

Selain itu, secara psikis, YS merasa terganggu yang akhirnya berdampak pada tidak terlaksananya tugas YS sebagai wartawan.

“Menyikapi hal tersebut, kami menuntut AWK untuk meminta maaf dan mengklarifikasi secara terbuka kepada publik tentang kesalahan yang telah dimuat dalam akun media sosialnya,” katanya.

Selain permintaan maaf dan klasifikasi, PENA NTT akan membuat surat pengaduan kepada Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah di Jakarta terhadap dugaan pelanggaran etik yang telah dilakukan oleh Arya Wedakarna.

Mengingat persoalan ini serius, PENA NTT mengawal saudara YS untuk membuat laporan hukum resmi terhadap Arya Wedakarna di Kepolisian Daerah Bali pada Senin (30/3/2026).
“Pejabat publik sekelas AWK seharusnya menjadi contoh bagi publik bagaimana seharusnya bermedia sosial. Ia seharusnya menjunjung tinggi etik, memberikan edukasi kepada publik agar tidak terjadi kesalahan dalam membagikan informasi,” kata Apolo.

Secara terpisah YS, wartawan Kompas.Com menceritakan kronologis kegiatan jurnalistik yang berujung pada framing jahat yang menyerangnya secara pribadi.

Pada Jumat (27/3/2026), pukul 10.00 Wita, YS, wartawan Kompas.Com pergi meliput kegiatan konferensi pers pengungkapan kasus kekerasan seksual di Polda Bali. Kemudian, bahan konferensi pers itu kemudian tulis dengan judul “Sekuriti di Bali Perkosa WN Australia di Kamar Mandi Tempat Hiburan”.

Artikel dan foto konferensi pers ini kemudian dikirim ke Kompas.com lalu edit oleh editor Aloysius Gonsaga AE dan ditayang sekitar pukul 12.12 WIB. Naskah berita tersebut kemudian terbit di kanal Kompas.Com. https://denpasar.kompas.com/read/2026/03/27/121244078/sekuriti-di-bali-perkosa-wn-australia-di-kamar-mandi-tempat-hiburan Lalu, pada Sabtu (28/3/2026), sekitar pukul 16.30 Wita, YS kembali melakukan peliputan konferensi pers di Loby Polda Bali. Pukul 17.13 Wita, dirinya mendapat kabar bahwa akun instagram @kuatbaca mengunggah berita terkait kasus pemerkosaan WN Australia dengan judul dan narasi pemberitaan yang mirip dengan artikel yang tayang di Kompas.com.

Dalam postingan @kuatbacacom terpampang  foto profil YS yang tertera di website Kompas.com. Foto tersebut diedit dengan cara dicoret hitam pada bagian mata dan diberi lingkaran oranye. Padahal foto tersebut merupakan profil penulis wartawan Kompas.Com yang dilengkapi dengan profil lengkap YS sebagai wartawan yang bekerja di bawah perusahaan media pers Kompas.Com.

Namun, akun @kuatbaca sengaja mencomot foto tersebut lalu disiarkan secara luas, membingkai seolah-olah YS sebagai pelaku pelecehan seksual. Postingan tersebut pun mendapat komentar bernada bullying dan rasisme dari warga net.

“Setelah melihat dan membaca konten serta komentar warganet, mental saya langsung down dan tidak bisa lagi bekerja. Ini fitnah keji terhadap saya,” kata YS.

Serangan terhadap pribadi YS bertambah dengan munculnya postingan akun anggota DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna atau Arya Wedakarna, @aryawedakarna yang memposting ulang postingan akun @kuatbaca sekitar pukul 18.55 Wita.

Postingan akun AWK ini memberi caption: “kira-kira orang dari mana pelakunya ya…”. Pada postingan AWK ini juga secara khusus menampilkan foto profil di kompas.com yang sudah diedit akun @kuatbaca.

“Di akun AWK ini, saya kembali mendapat komentar yang sangat rasialis,” kata YS.
Setelah muncul postingan tersebut, istri YS mencoba menghubungi staf AWK untuk menghapus postingan tersebut, memberikan permohonan maaf secara pribadi dan memberikan klarifikasi secara terbuka serta memberikan informasi yang sebenarnya kepada publik agar nama baik YS dipulihkan.

DM dari istri korban sudah tersampaikan kepada staf AWK, namun tidak segera menghapus postingan tersebut dan tidak kunjung melakukan klarifikasi.

Barulah setelah beberapa jam kemudian postingan tersebut dihapus tanpa penjelasan dan permohonan maaf kepada YS.(*)

Popular Articles