Friday, April 3, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

“Recycle Mask”, Kreativitas Olah Limbah dari Buleleng Raih HKI

SINGARAJA, The East Indonesia – Kreativitas masyarakat Kabupaten Buleleng dalam mengolah limbah kembali mendapat pengakuan resmi. Karya bertajuk “Recycle Mask” berhasil memperoleh Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari pemerintah pusat.

Sertifikat tersebut diterima oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, dan diserahkan oleh Supratman Andi Agtas dalam seremoni di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Rabu (1/4). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri dan Gubernur Bali I Wayan Koster, bersama sejumlah pejabat lainnya.

“Recycle Mask” merupakan inovasi seni yang memanfaatkan limbah seperti masker bekas, plastik, kardus, dan kertas menjadi produk bernilai estetika. Karya yang dihasilkan pun beragam, mulai dari topeng, dekorasi dinding, hingga miniatur ogoh-ogoh.

Sutjidra menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi karya dengan manfaat ekonomi dan nilai seni tinggi. Ia juga menegaskan pentingnya perlindungan HKI agar karya masyarakat tidak disalahgunakan oleh pihak lain.

“Dengan adanya perlindungan hukum, para pelaku ekonomi kreatif diharapkan semakin percaya diri untuk mengembangkan inovasi,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong para kreator dan pelaku usaha untuk mendaftarkan karya mereka sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif daerah. Pendekatan yang dilakukan dinilai unik karena tidak sekadar mendaur ulang, tetapi juga menghadirkan karya seni dengan pesan kuat terkait kepedulian lingkungan.

Menurut Sutjidra, pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Buleleng sekaligus bukti bahwa kreativitas lokal mampu memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan. Pemkab Buleleng juga berupaya membangun ekosistem inovasi melalui pembinaan dan pendampingan, khususnya pada sektor kreatif berbasis lingkungan.

Melalui pengakuan ini, “Recycle Mask” diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam mengembangkan ide kreatif yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan.

Sementara itu, pencipta “Recycle Mask”, Nyoman Sudiarta, mengungkapkan bahwa dirinya memanfaatkan limbah kardus untuk dijadikan topeng hingga patung bernilai seni. Dari aktivitas tersebut, ia tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga memperoleh tambahan penghasilan.

“Saya melihat sampah kardus bukan hanya barang buangan, tapi punya nilai. Dari kardus saya bisa buat patung atau topeng, hasilnya bisa dijual. Jadi selain membantu lingkungan, saya juga bisa menambah pemasukan,” tutup Sudiarta.(Wis)

Popular Articles