ATAMBUA, The East Indonesia – Kepala Administrator Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Maria Fatima Rika, S.STP, mengungkapkan bahwa aktivitas perlintasan orang dan barang di perbatasan RI-RDTL mengalami penurunan selama periode Tri Hari Suci hingga Hari Raya Paskah 2026.
Berdasarkan data pantauan sejak Kamis (2/4) hingga Minggu (5/4), volume pelintas tercatat lebih sedikit dibandingkan hari-hari normal. Penurunan paling signifikan terjadi pada perayaan Jumat Agung, 3 April 2026.
“Aktivitas perlintasan relatif sepi jika dibandingkan hari biasa. Hal ini mungkin dikarenakan masyarakat di wilayah perbatasan lebih memilih fokus menjalankan ibadah dan menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah masing-masing selama momentum sakral ini,” ujar Maria Fatima Rika kepada media ini, Senin, 6 Maret 2026.
Secara rinci Kepala PLBN Motaain mengatakan bahwa, pada Kamis Putih, 2 April 2026, total kedatangan mencapai 1.089 orang (332 WNI, 757 WNA), sementara keberangkatan tercatat 496 orang.
Angka ini merosot tajam pada Jumat Agung, 3 April 2026, di mana total kedatangan hanya 293 orang dan keberangkatan sebanyak 170 orang.
Memasuki Sabtu Suci, 4 April 2026(4 April, arus mulai bergerak naik dengan total keberangkatan 540 orang dan kedatangan 532 orang.
Terakhir, pada Hari Raya Paskah, 5 April 2026, keberangkatan didominasi oleh WNA sebanyak 638 orang dari total 857 pelintas yang keluar, sedangkan kedatangan tercatat sebanyak 394 orang.
Meski sempat melandai, Maria Fatima Rika menambahkan bahwa seiring berakhirnya rangkaian perayaan keagamaan, aktivitas lintas batas di PLBN Motaain diprediksi akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan seiring dengan kembalinya rutinitas masyarakat. (Ronny)

