Tuesday, April 7, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Usai Kebakaran Maut Yang Terjadi di Kampung Jati, Satgas Yonarmed 12 Kostrad Bergerak Cepat Bangun Rumah Baru bagi Warga di Perbatasan RI-RDTL

ATAMBUA, The East Indonesia – Secercah harapan muncul bagi keluarga Yanto Davidson Mooy (34) pasca-tragedi kebakaran hebat yang menghanguskan kediaman mereka di Kampung Jati, Kelurahan Berdao, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu akhir Maret lalu.

Rumah yang hangus terbakar milik Yanto Davidson Mooy (34) tersebut, berdasarkan informasi yang dihimpun, status tanah tempat berdirinya bangunan tersebut bukan milik pribadi, melainkan milik orang lain yang disewakan kepada Yanto dengan sistem pembayaran tahunan.

Sebagai wujud aksi kemanusiaan pasca musibah kebakaran maut, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur dari Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad secara tegas menyatakan komitmennya untuk membangun kembali rumah baru bagi keluarga tenaga honorer Rumah Sakit Tentara Atambua tersebut.

Langkah kemanusiaan ini dimulai dengan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan di RT 14/RW 03, Tini 2, Kelurahan Manuaman, Kecamatan Atambua Selatan, pada Senin, 6 April 2026.

Lokasi ini merupakan sebidang tanah yang dihibahkan secara sukarela oleh Marince Soru (47), kakak sepupu Yanto, agar keluarga tersebut memiliki tempat bernaung yang layak.

Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han melalui Pasi Intel Kapten Arm Putra Aditya bersama personelnya melakukan survei lapangan guna memastikan kesiapan teknis pembangunan.

Niat mulia ini menjadi oase bagi Yanto yang baru saja kehilangan putra bungsunya, almarhum AJM (3), dalam insiden kebakaran pada 27 Maret lalu.

Kondisi keluarga saat ini memang masih dalam masa pemulihan yang berat. Istri Yanto, Fitrosa Koe Padi (30), baru saja diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada Minggu (5/4) setelah menjalani dua kali operasi akibat luka bakar serius di wajah dan tubuhnya.

Saat ini, Fitrosa bersama anak sulungnya, Aderal Jibril Mooy (5), serta orang tua Yanto, Samuel dan Oktefin Mooy, masih menumpang di rumah keluarga.

Pembangunan rumah ini pun mulai dikerjakan Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad, pada, Selasa, 7 April 2026 dengan harapan dapat meringankan beban psikologis dan ekonomi keluarga Yanto, mengingat seluruh harta benda mereka ludes terbakar akibat korsleting listrik.

Sinergi antara kedermawanan keluarga dan aksi nyata Satgas Yonarmed 12 Kostrad ini menjadi bukti kuatnya solidaritas di tanah Belu dalam menghadapi musibah.

Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han saat dikonfirmasi awak media ini melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara TNI dan masyarakat.

“Keberadaan Satgas adalah bentuk kehadiran negara untuk masyarakat di perbatasan. Sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo, urusan membantu masyarakat harus disegerakan. Kami memprioritaskan saudara kita yang sedang tertimpa musibah besar ini,” ujar Letkol Erlan.

Menurut Dansatgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad, Pembangunan rumah ini ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu terhitung saat mulai dikerjakan.

Aksi sigap Satgas Yonarmed 12 Kostrad ini diharapkan dapat meringankan beban psikologis serta ekonomi keluarga Yanto, sekaligus menjadi bukti kuatnya solidaritas di tanah Belu dalam menghadapi musibah.

“Harapannya seminggu bisa selesai, agar korban kebakaran bisa segera memiliki rumah dan bisa mengurangi kedukaan keluarga tersebut,” pinta Dansatgas Erlan Wijatmoko. (Ronny)

Popular Articles