KARANGASEM, The East Indonesia — Memasuki hari ke-11 pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026, arus pemedek yang datang ke Pura Agung Besakih terus membludak. Pada Senin (13/4), ribuan umat dari seluruh Bali hingga luar daerah memadati kawasan pura terbesar di Pulau Dewata tersebut untuk menghaturkan sembah bakti.
Kepadatan paling terasa di area Penataran Agung yang menjadi pusat prosesi sekaligus titik utama persembahyangan. Sepanjang hari, kawasan ini tidak pernah sepi dari pemedek yang datang silih berganti dalam setiap sesi persembahyangan.
Seorang pecalang yang bertugas di lokasi menyebutkan bahwa dalam satu sesi persembahyangan, Penataran Agung dapat menampung sekitar 1.200 pemedek. Dengan durasi setiap sesi berkisar antara 40 hingga 60 menit, jumlah pemedek yang mengikuti persembahyangan dalam sehari diperkirakan mencapai 28.000 orang, khususnya di area tersebut.
Sementara itu, salah satu pemedek, I Gusti Ngurah Semara Putra (38), asal Penatih, Denpasar, mengaku sengaja memilih hari kerja untuk bersembahyang guna menghindari lonjakan pemedek saat akhir pekan. “Kalau hari libur atau akhir pekan biasanya lebih padat, jadi kami pilih hari biasa,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pengaturan lalu lintas serta fasilitas pendukung di kawasan Pura Agung Besakih yang dinilai semakin baik. Menurutnya, akses menuju lokasi relatif lancar tanpa hambatan berarti. “Tadi sama sekali tidak ada macet, cukup lancar,” tambahnya.
Diketahui, Puncak Karya IBTK 2026 telah dilaksanakan pada Purnama Sasih Kadasa, 2 April 2026. Rangkaian upacara ini berlangsung selama 21 hari dan akan ditutup melalui prosesi penyineban pada 23 April 2026.
Selama pelaksanaan karya, ribuan pemedek dari berbagai kabupaten/kota di Bali terus berdatangan setiap hari. Pengawasan juga dilakukan secara ketat oleh petugas, termasuk dalam pengaturan arus lalu lintas, pengelolaan sampah, serta penataan zonasi pedagang di kawasan pura.(*)


