Thursday, April 23, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Membina dan Berbagi di Bangli, TP Posyandu Bali Dorong Layanan Lebih Adaptif dan Responsif

BANGLI, The East Indonesia — Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali melaksanakan kegiatan Membina dan Berbagi di dua desa, yakni Desa Bangbang dan Desa Abangsongan, Kabupaten Bangli, pada Rabu (22/4).

Dalam kegiatan tersebut, diserahkan 140 paket sembako kepada kader Posyandu di kedua desa, yang terdiri atas 80 paket untuk kader Posyandu Desa Bangbang dan 60 paket untuk kader Posyandu Desa Abangsongan. Sementara itu, total bantuan yang diserahkan meliputi 4.200 kilogram beras, 8.400 butir telur, dan 280 kotak susu.

“Kegiatan Membina dan Berbagi ini kami laksanakan bekerja sama dengan TP Posyandu kabupaten/kota. Desa yang dikunjungi sebelumnya telah melalui proses verifikasi sehingga pembagian bantuan dapat dilakukan dengan baik dan merata,” jelas Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan sosialisasi terkait enam Standar Pelayanan Minimum (SPM) Posyandu kepada kader Posyandu yang hadir. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya perubahan dasar hukum melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, layanan Posyandu saat ini tidak hanya mencakup bidang kesehatan, tetapi juga lima bidang layanan lainnya, yaitu pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

Terkait pengelolaan sampah, wanita yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali tersebut terus mengingatkan masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah berbasis sumber (PSBS). Ia bahkan meminta agar kader Posyandu dapat menjadi contoh dan teladan dalam Gerakan Bali Bersih Sampah di daerah masing-masing.

Ia menambahkan bahwa kesehatan berawal dari lingkungan yang bersih. Oleh karena itu, penting bagi seluruh masyarakat untuk memperhatikan pola penanganan dan pengelolaan sampah berbasis sumber.

“Kita hidup pasti menghasilkan sampah, baik organik, anorganik, maupun residu. Oleh karena itu, mari kita lakukan pemilahan sampah sesuai jenisnya secara masif. Hal ini akan terus saya sosialisasikan sebagai bagian dari upaya bersama dalam mengatasi permasalahan sampah,” ujarnya.

Selain pengelolaan sampah yang terintegrasi dan konsisten, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memahami pentingnya pemilahan sampah menuju lingkungan yang sehat juga menjadi perhatian. Hal ini disampaikannya saat melaksanakan Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali Membina dan Berbagi di lokasi kedua, yakni Gedung Serbaguna Desa Abangsongan, Kecamatan Kintamani, Bangli.

Sementara itu, Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Anom Agustina, menyampaikan bahwa transformasi Posyandu bertujuan menjadikannya lebih responsif, adaptif, dan berbasis data untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Adaptif berarti Posyandu mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Responsif berarti Posyandu harus cepat dan tanggap terhadap permasalahan di bidang pelayanannya. Sementara berbasis data merujuk pada pendataan seluruh permasalahan dan kendala sebagai dasar dalam penentuan kebijakan dan arah pembangunan desa,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian TP Posyandu Provinsi Bali kepada kader-kader Posyandu di Kabupaten Bangli. Ia menyebut bantuan yang diberikan menjadi stimulus dan motivasi bagi para kader untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan bidang layanan masing-masing.(*)

Popular Articles