DENPASAR, The East Indonesia – Warga Banjar Pagan Kelod Kota Denpasar Bali menyampaikan terima kasih sebesarnya kepada Anggota DPRD Denpasar dari Fraksi Partai Gerindra AA Ayu Priniti.
Harapan warga selama puluhan tahun akhirnya terwujud berkat dukungan dan kerja keras anggota DPRD Kota Denpasar AA Ayu Priniti.
Hibah ini menuntaskan bantuan pengadaan Gong Kebyar Banjar Pagan Klod sebelumnya di tahun 2024 A.A. Ayu Putu Priniti bersama Made Muliawan Arya alias De Gadjah dan Anggota DPR RI I Dewa Agung Gede Widiarsana yang telah menyumbang seperangkat Gong Kebyar namun belum diukir dan diprada.
Kini warga banjar Pagan Kelod akhirnya memiliki perangkat gamelan gong kebyar guna mengiringi piodalan-piodalan besar di Pelinggih Ratu Gede Penyarikan.
Bantuan ini berkat bantuan AA Ayu Priniti dalam memperjuangkan hibah sebesar Rp 200 juta.
Penyerahan dana hibah oleh AA Ayu Priniti bertepatan hari Tumpek Bubuh/Tumpek Uduh atau Tumpek Wariga pada Saniscara Kliwon Wariga, Sabtu (23/5) saat warga Banjar Pagan Kelod, Desa Adat Pagan, Sumerta Kauh, Denpasar melaksanakan piodalan di Pelinggih Ratu Gede Penyarikan di banjar setempat.
Hibah tersebut merupakan kaul dari AA Ayu Priniti yang telah sukses duduk di kursi legislatif Kota Denpasar dari Partai Gerindra, yang juga merupakan warga Banjar Pagan Kelod.
Istri tokoh masyarakat dan agama Yoseph Yulius “Yusdi” Diaz ini mengatakan, apa yang diraihnya saat ini tak lepas dari dukungan semeton Banjar Pagan Kelod.
“Kini saatnya saya memperjuangkan aspirasi masyarakat tempat dimana saya hidup dan bermasyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, potensi seni masyarakat Banjar Pagan Kelod sangat besar.
Beberapa seniman yang berkiprah di PKB atau yang menjadi duta Kota Denpasar berasal dari banjar ini.
“Pelegongan, semara pegulingan, dan drama gong ada di banjar ini,” ucapnya.
Sayangnya, potensi tersebut tidak didukung sarana atau alat yang memadai.
Satu-satunya banjar adat wed atau asli Denpasar yang tidak punya gong kebyar, hanya Pagan Kelod.
“Sejak puluhan tahun kami bermimpi memiliki perangkat gamelan gong kebyar, baru kali ini terwujud. Kami ucapkan terima kasih kepada Bu Gek (AA Ayu Priniti) atas perjuangannya ,” kata Adi Santika prajuru Banjar Pagan Kelod.
Pelaksanaan piodalan kali ini berbeda dari sebelumnya yang biasanya dipimpin pemangku.
Piodalan kali ini di puput Ida Pedanda dari Griya Tegaljingga, Lebah, Denpasar.
Menurut Klian Banjar Adat Pagan Kelod yang diwakili I Wayan Adi Santika, piodalan kali ini merupakan petoyan nadi yang memakai upakara pulegembal serta caru panca sata.
“Kali ini kami melaksanakan piodalan jelih atau nadi karena memakai banten pulegembal dan caru panca sata yang dipuput oleh Ide Peranda,” ujarnya.
Keistimewaan piodalan kali juga terkait dengan jangka waktu pelaksanaan caru atau tawur saat karya melaspas balai banjar yang digelar tahun 2009.
“Mengingat jangka waktu tersebut dan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di kawasan balai banjar yang tidak luput dari cuntaka, kami melaksanakan pecaruan untuk menetralisir papa, lara, klesa di Kawasan banjar,” jelasnya.
Selain itu juga terkait dengan pergantian pengurus atau prajuru banjar dari kepengurusan Ketut Wijaya dkk (periode 2024-2026) kepada prajuru baru yang diketuai Ketut Subrata.
“Jadi sekalian kami melaksanakan upacara mejaya-jaya pengurus baru,” imbuhnya.
Namun yang tak kalah penting dari rangkaian piodalan ini adalah penyerahan bantuan hibah Kota Denpasar yang difasilitasi Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar, AA Ayu Priniti senilai Rp 200 juta.
Bantuan tersebut digunakan untuk perbaikan dan penambahan perangkat gamelan gong kebyar di Banjar Pagan Kelod.
“Dana hibah tersebut kami gunakan untuk ngukir plawah gamelan termasuk penambahan alat yang masih kurang lengkap,” tandas Adi Santika.***

