Friday, August 7, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Hari Anak Nasional, Merawat Peran Bersama untuk Masa Depan Anak Indonesia

BANDUNG, The East Indonesia — Anak-anak tumbuh bukan hanya dari apa yang mereka pelajari di sekolah, tetapi juga dari lingkungan yang membuat mereka merasa aman, dicintai, dan didukung untuk berkembang. Karena itu, menghadirkan masa kanak-kanak yang bahagia tidak pernah menjadi tugas satu pihak saja. Guru, orang tua, pemerintah, hingga masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam memastikan setiap anak memperoleh awal kehidupan dan pendidikan yang terbaik.

Semangat itulah yang terasa dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat. Mereka yang sehari-hari mendampingi anak berbagi harapan dan komitmen yang sama, yakni menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan berpihak pada anak sebagai bekal mereka menatap masa depan.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Masmidah Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia, dan penuh kasih sayang.

“Saya merasa senang melihat peringatan Hari Anak Nasional yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna melalui kolaborasi lintas sektor. Semoga semangat ini terus menginspirasi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujar Masmidah di Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/8).

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Depok, Siti Barkah Hasanah, melihat peringatan Hari Anak Nasional sebagai ruang yang mempertemukan berbagai pihak yang memiliki kepedulian yang sama terhadap pendidikan anak usia dini. “Momentum Hari Anak Nasional ini semakin menguatkan komitmen kami untuk terus mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” ungkap Siti.

Komitmen tersebut juga terus diperkuat melalui kebijakan pemerintah. Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikdasmen, Kurniawan, mengatakan bahwa Direktorat PAUD saat ini berfokus pada perluasan akses dan peningkatan mutu layanan melalui implementasi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah.

“Komitmen tersebut harus diwujudkan dalam satuan PAUD yang aman, inklusif, dan menyenangkan. Dari PAUD yang bermutu, kita menyiapkan Generasi Emas Indonesia yang hebat dan unggul untuk mewujudkan Indonesia yang maju di masa depan,” ujar Kurniawan.

Bagi para pendidik, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses tumbuh kembang anak. Guru TK Bunga Anggrek Lembang, Mela Melani, menilai masa transisi dari PAUD ke SD perlu dijalani secara menyenangkan dan merdeka bermain.

“Di satuan PAUD, kami berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang ceria, bebas dari tekanan, serta ramah bagi keunikan setiap anak. Mari kita tuntun anak-anak kita tumbuh menjadi generasi pembelajar yang bahagia dan mandiri,” tuturnya.

Semangat yang sama juga dirasakan para orang tua. Titin, salah seorang orang tua yang hadir mendampingi anaknya, mengaku kegiatan Hari Anak Nasional tidak hanya memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi orang tua untuk semakin memahami pentingnya pendampingan di rumah.

“Anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, sementara kami memperoleh wawasan baru tentang pentingnya pendampingan di rumah. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut demi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik,” katanya.

Berbagai cerita, harapan, dan komitmen tersebut hadir dalam rangkaian Festival Anak Hebat Jawa Barat 2026 yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026. Melalui festival ini, anak-anak diajak belajar sambil bermain, sementara guru, orang tua, Bunda PAUD, dan pemerintah kembali meneguhkan komitmen bersama untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan berpihak pada anak.***

Popular Articles