ATAMBUA, The East Indonesia – Di tengah penderitaan rakyat Belu di Perbatasan RI-RDTL yang harus mengantre panjang demi mendapatkan bahan bakar, mafia BBM yang telah tersistem dengan baik justru semakin nekat dan buta mata.
Mereka secara berkomplotan tanpa belas kasihan terus menguras hak masyarakat Indonesia demi meraup keuntungan pribadi dengan menyelundupkan BBM bersubsidi ke Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).
Namun, ruang gerak para penyelundup ini berhasil dipersempit oleh ketegasan aparat Yonarhanud 14/PWY yang baru saja bertugas di Wilayah Sektor Timur Perbatasan RI-RDTL pada Senin, 28 Oktober 2026.
Personel Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY yang baru saja menjalankan tugas menggantikan satuan sebelumnya, dari tiga pos berbeda sukses menggagalkan tiga upaya penyelundupan BBM jenis solar melalui jalur tikus di Kabupaten Belu pada tanggal 8 hingga 9 Oktober 2026.
Di Tiga Pos tersebut Satgas Yonarhanud 14/PWY berhasil mengamankan 2.065 liter BBM.
Pada Kamis, 8 Oktober 2026 (Malam Hari di Pos Delomil (SSK II), Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu.
Personil Yonarhanud 14/PWY Pos melakukan penangkapan di sekitaran Aliran Sungai Malibaka, Desa Lamaksenulu, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu.
Berdasarkan perintah Danki SSK II Kapten Arh Aditya Pamungkas, Danpos Delomil Lettu Arh Fajar Anwar memimpin patroli malam dan ambush (penyergapan).
Personil Satgas Yonarhanud 14/PWY kemudian mendeteksi pergerakan dan suara mencurigakan di jalan masuk pembuangan aliran sungai dan mendapati sekitar lima orang yang diduga warga Timor Leste sedang membawa BBM.
Pada dini hari, aparat Yonarhanud 14/PWY melakukan penyergapan namun para terduga pelaku melarikan diri melintasi pembatas sungai ke wilayah Timor Leste.
Dan akhirnya ditemukan Barang Bukti 7 jerigen solar berkapasitas 35 liter (total ±245 liter), yang kemudian diamankan ke Pos Delomil.
Selanjutnya pada Kamis malam, 8 Oktober 2026 Satgas Yonarhanud 14/PWY Pos Maubusa (SSK I) mendapatkan BBM di jalur darat tidak resmi sekitar Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu.
Saat itu, Mako Satgas menerima informasi adanya aktivitas penyelundupan barang ilegal ke Timor Leste, ditindaklanjuti oleh Danpos Maubusa Letda Arh Roberto Situmorang atas perintah Komandan SSK I Kapten Arh Iman Wanda.
Aparat kemudian mendapati sejumlah orang berkumpul di lokasi mencurigakan.
Saat akan disergap, tiga orang melarikan diri ke arah Timor Leste dan aparat Yonarhanud 14/PWY berhasil mendapatkan Barang Bukti berupa 25 jerigen solar (total ±875 liter) yang tertinggal di lokasi, diamankan sementara di Pos Maubusa.
Selain itu, Jumat dini hari, 9 Oktober 2026, Personil Yonarhanud 14/PWY Pos Mahen (SSK I) mendapatkan lagi BBM di jalur tidak resmi sekitar Pos Mahen, Desa Dualasi, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu.
Saat itu, Enam personel Pos Mahen dipimpin Danpos Serma Aan Kristiyanto melakukan patroli malam atas perintah Komandan SSK I Kapten Arh Iman Wanda.
Personel kemudian melakukan pergerakan senyap setelah mendapati aktivitas tidak wajar dan dilakukan pengejaran dan penyergapan, namun pelaku melarikan diri ke wilayah Timor Leste (identitas belum diketahui) melalui medan yang sulit.
Personel Yonarhanud 14/PWY Pos Mahen berhasil mengamankan 27 jerigen solar berkapasitas 35 liter per jerigen (total ±945 liter) dan seluruh barang temuan dibawa ke Pos Mahen untuk diamankan dan dilaporkan ke Mako Satgas.
Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY, Letkol Arh Rudi Afrika, S. Sos., menyampaikan bahwa keberhasilan pengamanan tersebut merupakan bagian dari komitmen Satgas dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan dan mencegah aktivitas ilegal melalui jalur tidak resmi.
“Kami akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah perbatasan serta bertindak sesuai prosedur untuk mencegah penyelundupan dan menjaga keamanan masyarakat,” tegas Dansatgas.
Dirinya juga menekankan pentingnya pendalaman terhadap temuan tersebut guna memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai asal-usul BBM serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
Untuk diketahui sebelumnya diberitakan bahwa meski baru 10 hari mengemban tugas di tapal batas, satuan yang mengawal garis perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (RI) dan Timor Leste (RDTL) ini berhasil menggagalkan berbagai upaya penyelundupan barang ilegal lintas batas, baik yang mencoba masuk ke wilayah Indonesia maupun yang akan diselundupkan keluar menuju Timor Leste.
Dalam kurun waktu singkat, personel Satgas Pamtas Yonarhanud 14/PWY berhasil mengamankan sedikitnya 2 ton BBM ilegal, yang terdiri dari jenis solar dan minyak tanah.
Total barang bukti 2 ton BBM siap selundup ke Negara Timor Leste tersebut berhasil disita dari hasil penyergapan di tiga titik krusial, yakni Pos Motaain, Pos Motamasin, dan Pos Nunura.
Sehingga total penangkapan BBM yang telah dilakukan oleh Personil Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY hingga Sabtu, 10 Oktober 2026 adalah sebanyak ± 4 (empat) Ton. (Ronny)

