ATAMBUA, The East Indonesia – Menyongsong Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang jatuh pada 27 April 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua menggelar rangkaian kegiatan hingga hari puncak mendatang. Salah satunya adalah penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga binaan serta keluarga mereka, Senin, (30/3/2026).
Aksi ini merupakan wujud nyata komitmen Lapas Atambua dalam memberikan pelayanan prima alam menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima dan merata.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Atambua ini merupakan buah sinergi antara tim medis internal dengan tenaga kesehatan Puskesmas Atambua Selatan yang dipimpin oleh dr. Meylitha Ginting.
Mengusung tema ‘Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Lingkungan Terbatas’, dr. Meylitha mengawali acara dengan edukasi krusial mengenai sanitasi hunian dan etika batuk guna memutus rantai penyakit menular di area padat hunian.
Tak berhenti pada penyuluhan, seluruh peserta juga menjalani pemeriksaan kesehatan komprehensif, mulai dari pengecekan tanda vital, kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat dan skrining HIV yang dilakukan secara intensif oleh tim medis gabungan.
Petugas Pengolah Data Kesehatan Lapas Atambua, Yacoba Lobang, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan tersebut, warga binaan yang terindikasi sakit langsung diberikan pengobatan sesuai diagnosis medis. Ia juga mengonfirmasi bahwa seluruh hasil skrining menyatakan warga binaan bersih dari paparan HIV.
“Bagi warga binaan yang memerlukan pengobatan lanjutan, kami akan melakukan pemantauan rutin di Klinik Lapas secara berkala. Hal ini sejalan dengan semangat HBP ke-62 untuk mentransformasi pemasyarakatan menuju sistem yang lebih humanis dan berorientasi pada pelayanan prima,” tegasnya.
Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan menyatakan bahwa kesehatan adalah fondasi utama bagi warga binaan untuk mengikuti program pembinaan dengan maksimal.
“Kita tidak ingin mereka hanya sekadar menjalani masa pidana, tetapi juga pulang dalam keadaan yang lebih sehat secara fisik maupun mental. Penyuluhan ini adalah langkah preventif agar mereka memiliki kesadaran mandiri akan kesehatan,” ujarnya.
Salah seorang warga binaan, Niko mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya pengecekan kesehatan gratis ini. “Kami merasa diperhatikan. Dengan adanya cek kesehatan ini, saya jadi tahu kondisi gula darah saya dan bisa lebih menjaga pola makan dari jatah jatah makan yang disediakan,” ungkapnya.
Salah satu pengunjung, Ibu Maria, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas layanan kesehatan yang diberikan secara cuma-cuma tersebut.
“Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka kunjungan hari ini bertepatan dengan layanan kesehatan gratis. Sebagai keluarga, jujur saja ada rasa khawatir dengan kondisi kesehatan suami di dalam, tapi setelah melihat langsung ada pemeriksaan gula darah dan asam urat seperti ini, hati saya jadi lebih tenang. Terima kasih Lapas Atambua sudah peduli tidak hanya kepada warga binaan, tapi juga kami keluarganya,” ujarnya.
Melalui momentum HBP ke-62 ini, Lapas Atambua membuktikan bahwa jeruji besi bukan penghalang bagi terpenuhinya hak dasar manusia. Semangat
“Pemasyarakatan Maju” diimplementasikan secara konkret melalui kepedulian terhadap kesehatan, yang pada akhirnya akan mendukung terciptanya situasi Lapas yang aman, tertib, dan kondusif. (Ronny)


