Thursday, April 2, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Tinjau Kesiapan TKA 2026 di Karangasem, Wamen Fajar Tekankan Pemahaman dan Kepercayaan Diri Siswa

KARANGASEM, The East Indonesia — Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP tahun 2026, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, meninjau langsung kesiapan sejumlah sekolah di Kabupaten Karangasem, Bali. Dalam kunjungannya, ia memastikan kesiapan sekolah dan peserta didik, sekaligus memberikan penguatan kepada siswa agar menghadapi TKA dengan percaya diri dan tanpa tekanan.

Dalam dialog bersama siswa, Wamen Fajar menekankan pentingnya memahami esensi TKA sebagai bagian dari proses belajar, bukan sekadar mengejar nilai.

“Kalau adik-adik sudah paham tujuan TKA, berarti itu sudah berhasil, jawaban adik-adik pun membuat saya optimis. Adik-adik paham apa inti dari TKA itu, dengan model soal yang di TKA lebih cocok dengan kebutuhan, lebih kritis, logis, aplikatif. Karena kita proses belajar, dengan TKA, bisa tahu kemampuannya di sini,” ujarnya di Karangasem, Rabu (1/4).

Ia juga menegaskan bahwa TKA tidak menentukan kelulusan, sehingga siswa tidak perlu merasa tertekan dalam mengikutinya. Menurutnya, hasil TKA justru dapat dimanfaatkan sebagai salah satu indikator seleksi dalam jalur prestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, sekaligus sebagai alat untuk memverifikasi capaian pembelajaran yang tercermin dalam rapor.

Lebih lanjut, Wamen Fajar mengingatkan pentingnya mengikuti simulasi TKA sebagai bagian dari persiapan. “Simulasi itu penting. Ada soal-soal matematika yang logika, trik-trik mengerjakan soal. Kalau sudah hafal model soal akan tahu bagaimana cara mengerjakannya,” ucapnya, seraya berharap pelaksanaan TKA berjalan lancar.

Dari sisi satuan pendidikan, Kepala SMP Negeri 2 Amlapura, Kadek Irawan, menjelaskan bahwa sekolah telah melakukan berbagai persiapan, baik dari aspek sarana maupun penguatan pembelajaran. Sekolah menambah perangkat komputer melalui dana BOS serta memberikan penguatan literasi dan numerasi melalui kegiatan kokurikuler.

Selain itu, para guru juga didorong untuk mengintegrasikan aspek literasi dan numerasi dalam proses pembelajaran di kelas. Sebanyak 426 siswa di sekolah tersebut akan mengikuti TKA tahun ini. Ia juga mengapresiasi dukungan dari dinas pendidikan dan pengawas yang terus mendampingi proses persiapan.

“Kami berharap TKA berjalan dengan lancar dan hasilnya dapat dipertimbangkan untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya, serta mendorong anak-anak lebih giat belajar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah Karangasem, Budiman, menyampaikan bahwa sekolahnya pun telah melakukan berbagai langkah persiapan, mulai dari pelatihan guru melalui seminar TKA, sosialisasi kepada siswa dan orang tua, hingga penyusunan soal-soal latihan. Sekolah juga memberikan bimbingan khusus bagi siswa kelas 9, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika.

Menurutnya, TKA memiliki sejumlah manfaat penting, antara lain mengukur kemampuan berpikir kritis, kesiapan belajar ke jenjang lebih tinggi, serta kemampuan literasi dan numerasi siswa. “Harapan kami, TKA dapat menjadi alat ukur kemampuan akademik siswa di setiap sekolah,” ungkapnya.

Siswa SMP Negeri 2 Amlapura, Abi Yudita Putra, mengaku TKA membantu dirinya memahami kemampuan akademik sekaligus peluang melanjutkan pendidikan. “TKA ini sangat bermanfaat bagi saya dan siswa lainnya, karena kita bisa tahu kemampuan kita,” ujarnya. Ia juga menilai pentingnya model soal TKA yang lebih menekankan pada logika dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal senada disampaikan Ni Made Cheryl Adha Putri, yang menilai TKA sebagai sarana untuk mengenali kemampuan diri. Menurutnya, meskipun materi yang diujikan telah dipelajari di sekolah, model soal yang lebih menekankan logika menjadi tantangan tersendiri.

Melalui peninjauan ini, Kemendikdasmen memastikan kesiapan pelaksanaan TKA 2026 berjalan optimal, baik dari sisi sekolah maupun peserta didik. Dengan pendekatan yang menekankan pemahaman, logika, dan refleksi kemampuan individu, TKA diharapkan tidak hanya menjadi alat ukur akademik, tetapi juga mendorong siswa untuk lebih mengenali potensi diri serta meningkatkan semangat belajar dalam menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.(*)

Popular Articles