Wednesday, April 8, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Jelang HBP Ke-62, Lapas Atambua dan BNNK Belu Gelar Tes Urine Massal

ATAMBUA, The East Indonesia – Menjelang peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua menggelar tes urine bagi seluruh pegawai dan warga binaan pada Selasa, 7 April 2026.

Bekerja sama dengan BNNK Belu, aksi ini menjadi bukti nyata komitmen “Zero Narkoba” di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan yang dimulai pagi hari di Aula Lapas ini dibuka dengan penyerahan alat tes urine secara simbolis oleh Plh. Kalapas Atambua, Jeremias Gusmao, kepada Plt. Kepala BNNK Belu, Viktor Fahik.

Menariknya, pemeriksaan kali ini menggunakan teknologi cup 10 parameter yang mampu mendeteksi sepuluh jenis kandungan narkotika sekaligus dalam satu tahap, memastikan hasil yang akurat dan menyeluruh bagi seluruh jajaran dan penghuni Lapas.

Dalam arahannya, Plh. Kalapas Atambua, Jeremias Gusmao menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk refleksi diri dan penguatan komitmen bagi seluruh jajaran.

Menurutnya, momentum HBP ke-62 harus dijadikan pijakan untuk memastikan Lapas Atambua benar-benar bersih dari peredaran gelap narkoba.

“Pelaksanaan tes urine ini menjadi wujud nyata komitmen kami dalam memerangi narkoba. Petugas maupun warga binaan secara bergantian mengikuti pemeriksaan ini sebagai pembuktian bahwa lingkungan kami tetap kondusif dan bebas dari penyalahgunaan barang haram tersebut,” ujar Gusmao.

Ia juga menambahkan bahwa transparansi adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan. Dengan melibatkan pihak eksternal seperti BNNK, validitas hasil pemeriksaan menjadi lebih terjamin.

Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala BNNK Belu, Viktor Fahik, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan keterbukaan Lapas Atambua.

Mengingat letak geografis Atambua yang berada di wilayah perbatasan negara, kewaspadaan terhadap penyelundupan dan penggunaan narkoba harus ditingkatkan dua kali lipat.

“Sinergi ini sangat krusial, terutama di wilayah perbatasan seperti Belu. Kami berharap kolaborasi ini terus berkelanjutan,” ungkap Viktor.

Ia juga memberikan pesan keras kepada seluruh peserta mengenai bahaya laten narkotika. “Jangan sekali-kali mencoba narkoba. Sekali Anda terjerumus, masa depan Anda akan terenggut. Mari kita jaga diri dan lingkungan tetap sehat,” tegasnya sebelum menutup arahan dengan ucapan selamat HBP ke-62 bagi seluruh insan pemasyarakatan.

Antusiasme tidak hanya datang dari jajaran petugas, tetapi juga dari warga binaan. Yan Seran, salah satu WBP yang mengikuti tes, mengaku mendukung penuh langkah antisipatif yang dilakukan pihak Lapas.

“Kami tidak keberatan dengan tes urine mendadak ini. Justru kami merasa lebih aman karena tahu lingkungan tempat kami tinggal bersih dari narkoba. Ini juga menjadi pengingat bagi saya dan teman-teman untuk terus fokus menjalani masa pembinaan dengan baik dan kembali ke masyarakat dalam keadaan bersih,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 26 petugas dan 110 warga binaan telah menjalani tes urine pada tahap ini. Hasilnya menunjukkan seluruh peserta negatif dari kandungan narkotika. Meski demikian, pihak Lapas menegaskan bahwa pemeriksaan tidak berhenti di sini.

Kedepannya, tes urine akan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan bagi seluruh penghuni Lapas, menyesuaikan dengan ketersediaan alat tes yang dimiliki.

Langkah deteksi dini ini diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan Lapas Atambua terhadap ancaman narkotika, sekaligus meningkatkan sinergi antar aparat penegak hukum demi mewujudkan institusi pemasyarakatan yang berintegritas dan tepercaya. (Ronny)

Popular Articles