Sunday, May 10, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Bupati dan Wabup Buleleng Turut Lepas Perjalanan Para Bhikkhu dari Wihara Brahmavihara Arama

SINGARAJA, The East Indonesia – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna turut melepas perjalanan suci para Bhikkhu dalam rangka Indonesia Walk For Peace (IWFP) Tahun 2026 di Wihara Brahmavihara Arama, Kecamatan Banjar, Jumat (8/5). Pelepasan ini dihadiri Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Muhammad Syafi’i dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Indonesia Walk For Peace (IWFP) adalah gerakan berjalan lintas daerah yang membawa pesan perdamaian, persaudaraan, dan harmoni dalam keberagaman bangsa Indonesia dan dilakukan dalam rangka memperingati Hari Waisak. Perjalanan yang dilakukan oleh para Bhikku ini, melewati Thailand, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan berakhir di Candi Borobudur. Kabupaten Buleleng menjadi salah satu titik pemberhentian IWFP, di mana para Bhikkhu akan singgah dan bermalam di Brahmavihara Arama yang berlokasi di Kecamatan Banjar.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan IWFP tidak hanya bermakna sebagai ritual keagamaan, tetapi juga menjadi simbol perdamaian yang dipancarkan dari Bali kepada masyarakat luas, termasuk dunia internasional.

“Kegiatan ini tidak semata-mata merupakan kegiatan fisik maupun kegiatan keagamaan yang sakral, tetapi juga membawa pesan perdamaian yang dipancarkan dari Bali dan akan melintasi empat provinsi. Kami yakin kegiatan ini akan menjadi perhatian masyarakat dunia,” ujar Koster.

Menurutnya, semangat perjalanan damai tersebut sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menitikberatkan pada upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya. Nilai toleransi dan kedamaian dinilai menjadi pondasi penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.

“Semoga kegiatan yang dijalankan dengan niat mulia dan suci ini benar-benar menjadi sumber inspirasi bagi kita semua untuk hidup dalam toleransi dan kedamaian,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Muhammad Syafi’i mengapresiasi pelaksanaan IWFP sebagai wujud nyata nilai toleransi yang telah tumbuh di tengah masyarakat Indonesia sejak lama melalui ajaran agama masing-masing.

“Semua ajaran agama mengajarkan bagaimana manusia mampu mengendalikan hawa nafsu, menebarkan kedamaian, serta membangun kehidupan yang harmonis. Nilai-nilai tersebut sebenarnya sudah hidup di Nusantara sejak ratusan tahun lalu,” jelasnya.

Ia menambahkan, kerukunan umat beragama yang terbangun saat ini lahir dari pelaksanaan ajaran agama yang dijalankan dengan baik oleh masyarakat. Pemerintah, lanjutnya, hadir untuk memperkuat dan menjaga toleransi tersebut agar tetap terpelihara di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kami melihat perjalanan ini mendapat dukungan dari kepala daerah dengan latar belakang agama yang berbeda-beda. Hal itu menjadi bukti bahwa seluruh agama mengajarkan kedamaian, persaudaraan, dan kasih sayang,” tambah Syafi’i

Kehadiran Bupati Sutjidra dan Wakil Bupati Supriatna dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng terhadap penguatan nilai toleransi, kerukunan umat beragama, serta penyebaran pesan perdamaian melalui kegiatan spiritual dan kemanusiaan.(Wis)

Popular Articles