ATAMBUA, The East Indonesia – Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., bersama Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Aan Suhanan, M.Si., melakukan peninjauan langsung kesiapan operasional Terminal Barang Internasional (TBI) dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain pada Selasa (12/5/2026).
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memastikan alur ekspor dan impor barang antara Indonesia dan Timor Leste dapat berjalan maksimal tanpa mengganggu aktivitas perlintasan orang di PLBN Motaain.
Dalam peninjauan tersebut didampingi oleh Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional RI, Prof. Dr. H. Muhammad Mufti Mubarok; Kelompok Ahli BNPP, Nur Kholis; dan Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara BNPP RI, Siti Metrianda Akuan.
Sementara itu turut hadir dalam peninjauan tersebut, Bupati Belu dan Pimpinan OPD; Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTT, Robert Napoleon Ishak Tail; Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika; Kepala Kantor Bea Cukai Atambua, Bambang Tutuko P; pihak Imigrasi Atambua serta perwakilan Karantina dan pihak TNI-POLRI serta Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Barang Internasional Motaain, Jeffry K. Ragawino.
Dalam sesi wawancara dengan awak media ini, Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menyepakati pengaturan jalur khusus barang.
Hal ini dimaksudkan agar operasional ekspor-impor memiliki jalur tersendiri yang terpisah dari jalur reguler PLBN.
“Hari ini kita meninjau Terminal Barang Internasional. Sudah akan kita operasionalkan di PLBN Motaain. Jadi ada teman teman dari Kementerian Perhubungan, ada Pak Bupati, ada Bea Cukai, ada Imigrasi. Nanti kita sepakat bahwa keluar masuk untuk ekspor impor akan kita bicarakan sehingga tidak mengganggu operasional Pos Lintas Batas Negara yang ada di PLBN Motaain. Ada beberapa alur jalur yang kita akan sepakati untuk ekspor barang dan impor barang itu tidak terganggu untuk operasional yang ada di PLBN,” pungkas Komjen Pol. Makhruzi Rahman di Terminal Keberangkatan PLBN Motaain.
Ditambahkan, “Hari ini kita meninjau langsung jalur ekspor dan impor itu mudah mudahan kita bisa melaksanakan kegiatan ekspor impor dengan lancar. Kita berpikir nanti jalur ini tidak mengganggu. Saat ini kan jalurnya tidak begitu ramai. Kita berpikiran nanti 10 atau 20 tahun ke depan jalur itu tetap aman dan lancar untuk kita melaksanakan ekspor impor barang dari Indonesia ke Timor.”
Terkait fasilitas, rombongan sempat meninjau langsung area jembatan timbang, Sekretaris BNPP RI, mencatat beberapa hal yang perlu ditingkatkan sebelum operasional penuh dilakukan.
“Ada beberapa kelengkapan yang mungkin harus ditambah seperti indikator untuk jembatan timbang kemudian CCTV dan apa timbangan portable mungkin akan digantikan statis gitu,” pintanya.
Mengenai waktu peresmian, Sekertaris BNPP RI menyebutkan bahwa saat ini pihak pemerintah tengah melakukan persiapan akhir (establir) sambil menunggu jadwal resmi dari Menteri atau Presiden RI.
Meskipun belum dioperasionalkan secara penuh, evaluasi akan terus dilakukan secara berjalan untuk mengidentifikasi potensi kendala di lapangan.
Komjen Pol. Makhruzi juga menekankan bahwa koordinasi dengan pihak Timor Leste selama ini berjalan sangat baik.
Hal ini tercermin dari angka nilai ekspor Indonesia yang terus menunjukkan tren positif dan meningkat dari tahun ke tahun.
“Terminal Barang ini kan kita khusus Indonesia. Jadi untuk koordinasinya, mungkin pada saat di pintu gerbang disana ya. Kita selama ini sudah baik Koordinasi Antara Timor Leste dengan Indonesia baik impor maupun ekspor. Yang menandakan itu bahwa nilai ekspor kita bagus nilainya. Selama ini mulai dari tahun ke tahun meningkat,” pintanya. (Ronny)


