ATAMBUA, The East Indonesia – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi menunjuk Martina Kolo Hale sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Belu untuk masa bakti 2026–2031.
Keputusan ini diumumkan secara daring melalui zoom meeting di hadapan seluruh jajaran pengurus DPC PKB Belu pada Kamis, 11 Juni 2026.
Martina Kolo Hale berhasil terpilih setelah melewati rangkaian proses seleksi yang ketat dan panjang.
Tahapan tersebut dimulai dari penjaringan aspirasi di tingkat bawah hingga Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) yang diuji langsung oleh pengurus pusat.
Sebelum mandat resmi dijatuhkan kepada Martina Kolo Hale, terdapat lima figur kuat yang masuk dalam bursa calon ketua.
Kelima nama tersebut bersaing ketat menunjukkan visi dan kompetensinya, yaitu:
1. Antonius Ugahari Luan
2. Yonas Engelbert Talok
3. Martina Kolo Hale
4. Herman Abatan
5. Johanes Bria, S.K.M., M.P.H.
Setelah mempertimbangkan berbagai aspek performa dan loyalitas, DPP PKB akhirnya memercayakan tongkat estafet kepemimpinan Belu kepada Martina Kolo Hale.
Untuk diketahui bahwa penetapan ini merupakan puncak dari rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) PKB yang digelar secara terpusat di Aula Hotel Timor pada Jumat, 24 April 2026 lalu.
Saat itu, DPC PKB Belu bertindak sebagai tuan rumah bersama untuk tiga kabupaten sekaligus, yakni Belu, Malaka, dan Timor Tengah Utara (TTU).
Agenda akbar tersebut dibuka oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB sekaligus Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin.
Dalam arahannya, Zainul menegaskan bahwa Muscab adalah momentum krusial untuk memperkuat akar rumput partai demi memenangkan tantangan politik masa depan.
Melalui Muscab tersebut, Tim Penataan Struktur DPC PKB Provinsi NTT melakukan pemetaan dan uji kompetensi langsung berdasarkan mandat pusat. Hasil dari proses panjang itulah yang hari ini resmi melahirkan nahkoda baru bagi PKB Kabupaten Belu. (Ronny)


