Tuesday, July 28, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Bedah Rumah Pramuka Buleleng Kembali Bergulir, Bangun Rumah Layak Huni di Banyuseri dan Patemon

SINGARAJA, The East Indonesia – Pembangunan rumah layak huni untuk masyarakat tidak mampu melalui program bedah rumah kembali digulirkan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng yang ditandai peletakan batu pertama pembangunan oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng, Gede Suyasa didampingi para Waka Kwarcab dan Jajaran Pengurus Kwarcab Buleleng.

Peletakan batu pertama pada Selasa 28 Juli 2026 dilakukan di Desa Banyuseri, Kecamatan Banjar, Buleleng, membangun rumah layak huni untuk keluarga I Ketut Sensus Indah (48) serta peletakan batu pertama pembangunan rumah kedua dilakukan untuk keluarga Gede Mangku (50) di Desa Patemon, Kecamatan Seririt Buleleng.

Ka Kwarcab Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, bedah rumah untuk pembangunan rumah layak huni dilakukan dari dasar hingga membangun rumah yang dilakukan secara bergotong royong dan menghimpun dana melalui aksi Bumbung Kemanusiaan, demikian juga untuk menentukan penyaluran bantuan, Pramuka Buleleng melakukan verifikasi bersama dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsospppa) Kabupaten Buleleng.

“Memang tidak banyak rumah yang bisa kita bedah, tetapi sebagai bagian dari komunitas yang peduli, kita setiap tahun bisa membantu dua rumah, sekarang biayanya meningkat karena bahan-bahan yang digunakan juga naik harganya. Dua rumah yang kita lakukan bedah rumah sudah di desain gambarnya oleh Dinas Sosial, ada di Desa Patemon Kecamatan Seririt dan Desa Banyusri di Kecamatan Banjar,” sebut Kakwarcab yang juga Sekda Buleleng.

Aksi bedah rumah yang dikemas melalui Bulan Bakti Pramuka pada peringatan Hari Pramuka ke-65 merupakan agenda rutin yang telah dilaksanakan Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng yang mencatat pada tahun ini merupakan aksi pembangunan rumah layak huni untuk kelima kali.

“Ini menjadi agenda rutin bagi kami di Pramuka Buleleng melalui Satuan Tugas Pramuka Peduli melakukan aksi pengumpulan dana melalui bumbung kemanusiaan kemudian dari hasil itu kita membantu pemerintah dalam pegentasan kemiskinan melalui pembangunan rumah layak huni yang pada tahun ini sudah ada sepuluh rumah kita bangun secara bergotong royong,” ungkap Suyasa didampingi Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat, Data dan Digital Ketut Suwarmawan, dan Wakil Ketua Bidang PengabdianMasyarakat, Bela Negara dan Lingkungan Hidup I Putu Kariaman Putra.

Sementara, Ketua Satgas Pramuka Peduli Gusti Bagus Adi Wirawan mengatakan, pembangunan rumah layak huni untuk keluarga tidak mampu merupakan wujud nyata kepedulian Gerakan Pramuka terhadap masyarakat yang membutuhkan, dimana bantuan melalui semangat gotong royong dan pengabdian dilakukan melalui kebersamaan dengan bumbung kemanusiaan.

“Program bedah rumah dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial yang sudah dilaksanakan beberapa kali dengan memanfaatkan dana yang dihimpun melalui Program Bumbung Kemanusiaan. Dana tersebut berasal dari partisipasi masyarakat serta Pengurus pramuka, sumbangan dari Gugus Depan Gerakan Pramuka di wilayah Kabupaten Buleleng,” sebutnya.

Adi Wirawan mengatakan, didasari semangat Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, aksi bedah rumah dilakukan secara bertahap dengan melibatkan Satgas Pramuka Peduli, perangkat desa, anggota Pramuka di Kwarran Banjar dan Kwarran Seririt, masyarakat setempat, para relawan serta berbagai pihak yang turut memberikan dukungan. “Seluruh dana yang terkumpul dimanfaatkan secara transparan untuk pembelian bahan bangunan serta kebutuhan pelaksanaan bedah rumah,” tegasnya.

Menurut rencana, pelaksanan kegiatan bedah rumah akan berlangsung selama sebulan penuh, sehingga penyerahan bantuian rumah untuk kedua Keluarga di Desa Banyuseri dan Desa Patemon dilakukan saat puncak peringatan Hari Pramuka di Buleleng.(Wis)

Popular Articles